Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Kunjungan Restauran Babi Guling Tetap Stabil
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil pemantauan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Bali menunjukkan belum terjadinya penurunan tingkat kunjungan wisatawan pada restaurant-restauran di Bali akibat isu penyebaran virus flu Babi. Hasil pemantauan PHRI Bali juga menunjukkan tingkat kunjunngan pada restaurant yang menyajikan menu makanan babi guling juga masih tetap stabil.
Ketua PHRI Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan kekhawatiran terhadap isu penyebaran virus flu babi tetap ada. Namun beberapa restaurant di kawasan wisata yang menyajikan menu makanan babi guling masih tetap ramai dikunjungi wisatawan local maupun mancanegara.
“Kekhawatiran itu ada, tetapi tidak signifikan sekali. Kalau di Ubud dan Gianyar, sentra babi guling itu masih ramai dan orang masih ngantre nunggunya. Saya kira langkah-langkah dari pemerintah kabupaten dan propinsi sudah tepat,†ujar Bupati Gianyar ini.
Ketua PHRI Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebutkan sampai saat ini isu penyebaran flu babi belum berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Dimana Tingkat hunian hotel di Bali sampai saat ini masih stabil dan berkisar antara 50%-60%. Begitu juga tingkat kedatangan wisatawan ke Bali masih stabil antara 6000-6500 wisatawan perhari.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4529 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun