Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Ngejos ABG Dua Kali, Masuk Sel
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tidak terima anaknya yang masih ABG dijos oleh Putu AP (22), orang tua Ni Luh AA (15) melaporkan kelakuan bejat warga Batuagung, Jembrana ini ke Polres Jembrana. Alhasil, Putu AP terpaksa harus merasakan pengapnya sel tahanan Polres Jembrana.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (28/5) sejatinya kedua insan berlainan jenis ini telah menjalin hubungan asmara sejak Nopember 2007 lalu. Namun saat dilanda mabuk cinta, hubungan asmara ini terbentur larangan dari orang tua AA yang hingga saat ini masih tercatat sebagai siswi kelas III salah
satu SMP Negeri di Negara dengan alasan AA masih kecil dan agar bisa berkonsentrasi meneruskan studinya.
Rupanya larangan tersebut tidak diindahkan oleh AP dan AA sehingga mereka larut dalam gejolak gairah mudanya, sampai akhirnya AA mengajak pacarnya untuk kabur ke Denpasar dan segera menikahi dirinya setamat AA lulus SMP. Untuk melakukan niatnya itu, Selasa (26/5) lalu, AA yang tinggal di Jl Pulau Irian Dauh Waru, Jembrana menelepon pacarnya dan minta dijemput pukul 07.30 di depan sekolahnya untuk
segera kabur menuju Denpasar.
Sayangnya, dikantong AP hanya tersisa uang Rp. 50 ribu saja sehingga niat kabur ke Denpasar dialihkan menuju ke sebuah hotel di Delod Berawah, Mendoyo. Di hotel inilah, mereka memuaskan nafsu birahinya dengan melakukan aksi kuda lumping sebanyak dua kali.
Setelah puas, AP minta ijin ke AA untuk keluar sebentar menjual ponselnya agar niat mereka kabur ke Denpasar bisa dilaksanakan. Namun menjual ponsel itu terpaksa urung dilakukan lantaran mereka keburu digrebeg oleh orang tua Luh
A.A yang kemudian melaporkan AP ke Polres Jembrana.
Menurut AA, dirinya sangat mencintai pacarnya itu tapi karena ditentang terus oleh orang tuanya makanya dia dan pacarnya sepakat kabur ke Denpasar dan segera menikah setamat dirinya tamat SMP.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Wayan Sinaryasa seijin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Kamis (28/5) membenarkan kejadian tersebut dan telah mengamankan pelaku.
Menurut Sinaryasa, pelaku akan dijerat dengan pasal 82 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta. “Kami juga masih mendalami kasus ini,” kata Sinaryasa.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1186 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun