Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Tahanan Lapas Singaraja Tewas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah tiga belas jam menjalani perawatan secara intensif di ICU RSUD Kabupaten Buleleng, tahanan Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Kelas II B Singaraja tidak bisa diselamatkan dan tewas akibat penyakit kronis yang diderita sejak lama.
Tewasnya Kuasa Direktur PT. Guna Karya Nusantara, Made Lanang Krisnayusa yang berstatus sebagai Tahanan Pengadilan Negeri Singaraja lantaran tersangkut kasus hukum terkait pembangunan Gedung Bank Buleleng tersebut berawal saat mengalami penurunan kesadaran secara mendadak.
“pasien masuk sekitar jam delapan pagi, kemudian oleh para medis dan dokter mendapat penangganan, namun kondisinya tetap lemah sehingga dimasukan secara intensif ke ruang ICU, sekitar pukul 20.00 pasien menghembuskan nafas dan tidak bisa diselamatkan secara medis, diketahui dari hasil pemeriksaan, pasien mengalami penurunan kesadaran mendadak,” ungkap Direktur RSUD Buleleng, dr. Nyoman Mardana, sabtu (20/6) usai mendapatkan laporan medis lengkap di RSUD Buleleng.
Penyakit kronis penurunan kesadaran mendadak tersebut diduga akibat sejumlah tekanan masalah yang tengah dihadapi Lanang Krisnayusa terkait kasus pembangunan Gedung Bank Buleleng yang tinggal menunggu vonis dari Hakim,” banyak hal yang melatarbelakangi munculnya penurunan kesadaran mendadak, kemungkinan adanya tekanan secara batin, hingga berdampak pada kesadaran,” papar Mardana.
Setelah mendapat sejumlah penangganan secara medis, selanjutnya jenasah diserahkan kepada pihak keluarga yang menurut rencana akan dilakukan upacara pengabenan, sedangkan guliran kasus dalam persidangan nampaknya masih akan berjalan dengan menunggu keputusan Majelis Hakim.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun