Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 12 Juni 2026
Gubernur Bali Langsung Tolak
Renon
Kamis, 6 Agustus 2009,
22:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menolak rencana pemindahan Komodo ke Bali. Pastika beralasan Bali bukan habitat Komodo. Penolakan ini disampaikan langsung Made Mangku Pastika usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Bali Renon, Kamis (6/8).
Pastika menegaskan pemindahan Komodo ke Bali dengan alasan pemurnian genetik juga tidak realistis. Mengingat pemurnian genetik seharusnya dilakukan di habitat aslinya.
Menurut Pastika, alasan yang lebih mendasar adalah Komodo merupakan ciri khas daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). †Komodo itu kan andalannya NTT, tenggang rasa lah, masak semuanya harus dibawa ke Bali,†ujar Gubernur Bali.
Pastika mengakui hingga saat ini belum menerima permohonan pengajuan ijin pemasukkan Komodo ke Bali. Pastika menyebutkan jika terdapat pengajuan ijin maka akan langsung di tolak. (mlt)
Pastika menegaskan pemindahan Komodo ke Bali dengan alasan pemurnian genetik juga tidak realistis. Mengingat pemurnian genetik seharusnya dilakukan di habitat aslinya.
Menurut Pastika, alasan yang lebih mendasar adalah Komodo merupakan ciri khas daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). †Komodo itu kan andalannya NTT, tenggang rasa lah, masak semuanya harus dibawa ke Bali,†ujar Gubernur Bali.
Pastika mengakui hingga saat ini belum menerima permohonan pengajuan ijin pemasukkan Komodo ke Bali. Pastika menyebutkan jika terdapat pengajuan ijin maka akan langsung di tolak. (mlt)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026