Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jenguk Keluarga Korban Pengeroyokan di Baturiti, De Gadjah: Kemanusiaan Harus Selalu yang Utama
beritabali/ist/Jenguk Keluarga Korban Pengeroyokan di Baturiti, De Gadjah: Kemanusiaan Harus Selalu yang Utama.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengunjungi keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia diduga akibat pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Senin (27/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, De Gadjah didampingi Ketua DPC Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa, Ketua DPC Gerindra Tabanan I Nyoman Mulyadi, serta para relawan. De Gadjah menyerahkan sekadar bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian, terutama untuk meringankan beban istri dan anak-anak yang ditinggalkan. De Gadjah menegaskan kehadirannya bukan untuk menghakimi pihak mana yang benar atau salah, melainkan menunjukkan empati kepada keluarga yang sedang berduka.
"Apa pun dugaan yang sedang diproses, tidak ada seorang pun yang berhak mengambil nyawa orang lain atau melakukan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Kita adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku," katanya.
Menurut De Gadjah, kondisi anak korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD menjadi hal yang paling menyentuh perhatiannya. Kehilangan sosok ayah dalam peristiwa tragis tersebut dinilai akan meninggalkan luka dan trauma mendalam bagi keluarga.

"Karena itu, kami berkomitmen membantu semampu kami, baik untuk kebutuhan hidup keluarga, pendampingan hukum, maupun pemulihan psikologis anak agar ia tetap memiliki harapan untuk masa depannya," ucapnya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyelesaikan dugaan pelanggaran hukum dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, seluruh persoalan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karena keadilan harus ditegakkan melalui hukum, bukan melalui amarah. Mari kita jaga nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan memastikan tidak ada lagi keluarga yang harus mengalami penderitaan seperti ini," tandasnya.
Sebelumnya, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu setelah korban kepergok mencuri ayam aduan milik seorang warga.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Tabanan bersama Polsek Baturiti. Polisi sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan dan menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2455 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun