Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Peneliti: ODHA Mulai Resisten Terhadap ARV

Nusa Dua

Senin, 10 Agustus 2009, 20:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengidentifikasi beberapa pasien HIV/AIDS di Jakarta telah resisten terhadap obat antiretroviral (ARV) lini satu. Hasil penelitian di Jakarta menunjukkan, sekitar 5 persen ODHA di wilayah ini telah resisten terhadap ARV.

Peneliti HIV/AIDS dari Fakultas kedokteran Universitas Indonesia Prof. Samsuridjal Djauzi pada keteranganya di Nusa Dua, Senin (10/8) mengungkapkan pada dasarnya semakin lama dan banyak obat dipakai maka akan menimbulkan resistensi. Hal ini terjadi akibat mutasi yang dilakukan oleh virus.

Menurut Samsuridjal, bagi ODHA yang mengalami resistensi terhadap ARV lini satu dapat diberikan ARV lini dua. Namun ARV lini dua harganya sangat tinggi dan memiliki efek samping yang cukup buruk.

“Maka obat yang kedua ini harganya lebih mahal, lebih dari 10 kali lipat dari obat pertama, yang kedua cara penggunaanya lebih susah dan efek samping jangka panjangnya lebih banyak,” jelas Prof. Samsuridjal Djauzi.

Samsuridjal Djauzi memperkirakan, resistensi yang sama juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Begitu juga persentasenya diprediksikan sekitar 5 persen. Apalagi target pemerintah untuk mendistribusikan ARV pada sekitar 3 juta ODHA pada 2005 gagal dan hanya menjangkau 1,5 juta ODHA. (mlt)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami