Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
SPBU Padangsambian Diduga Jual Bensin Oplosan
Beritabali.com, Padangsambian
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang warga melaporkan sebuah SPBU di Padangsambian ke kantor polisi. Ia melaporkan SPBU ini karena diduga mengoplos bensin dengan minyak tanah.
SPBU yang dilaporkan adalah SPBU 54801.02 di Jalan Padang Sambian Denpasar. Yang melaporkan seorang konsumen, Fendy (30) tinggal di Jalan Bedahulu Denpasar. Ia merasa dirugikan karena SPBU tersebut diduga menjual bensin oplosan.
Fendi yang bekerja di sebuah farmasi di seputaran Denpasar ini menggiring motornya hingga ke pengisian bensin. Kondisinya, kata Fendi cukup ramai dan dia terpaksa antri.
Pas giliran mengisi, Fendy meminta petugas untuk mengisi bensinnya seharga Rp 10 ribu. Ceceran bensin sempat mengenai sepeda motor Fendy.
“ Saya heran, kok cecerannya aneh, mirip minyak tanah,†ujarnya, Minggu (06/09).
Fendy semakin curiga, setelah mencium ceceran itu, berbau minyak tanah. Apalagi, setelah dia mengelap ceceran itu dengan kain, juga baunya tidak hilang hilang.
Menduga bensin dioplos dengan minyak tanah, ia langsung melaporkannya ke Poltabes Denpasar.
Lelaki yang tinggal di Jalan Bedahulu Denpasar ini mengakui, saat menuju Poltabes Denpasar, sepeda motornya tersendat sendat.
“Jalan sepeda motor saya tersendat sendat, tapi saya tetap saja melapor. Saya ini kan pelanggan dan merasa dirugikan. Saya aja baru sekali mengisi bensin disana,†tandasnya. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 252 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 174 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 152 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun