Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wartawan Jepang serbu "kapoltabes"

Beritabali.com, Denpasar

Rabu, 30 September 2009, 15:03 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sedikitnya enam wartawan Jepang, Rabu (30/9), bertemu dengan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Drs. Gde Alit Widana di ruang kerjanya.

Para kuli tinta itu menanyakan sejauh mana kinerja aparat kepolisian dalam mengusut kasus kematian Rika Sano (33), yang ditemukan tewas terbunuh di semak belukar di depan Pasar Oleh-oleh Kampung Bali di Jalan Mertanadi Kuta.



Enam wartawan Jepang yang datang ke Poltabes Denpasar terdiri dari wartawan cetak dan elektronik.

Mereka tampak standby di ruangan tunggu untuk menanti Kombes Alit yang sedang rapat rutin bersama jajaran Kapolsek dan Kasat.



“Ada sekitar enam wartawan Jepang yang datang, bapak (Kapoltabes) sedang rapat dengan anggota di ruang rapat pimpinan,” ujar sumber petugas Rabu (30/9).



Setelah menanti dari pukul 10.00 Wita akhirnya mereka diperkenankan masuk oleh Kapoltabes sekitar pukul 10.30 Wita.

Tidak ada yang mengetahui apa yang dibicarakan ke enam wartawan dan Kapoltabes di dalam ruangan.

Namun usai melakukan pembicaraan, Kapoltabes mengakui, kedatangan para wartawan Jepang untuk menanyakan sejauh mana pengusutan yang dilakukan jajaran Poltabes Denpasar, menyusul kasus kematian Rika Sano yang tewas mengenaskan di semak belukar di Jalan Mertanadi Kuta.

“Saya sudah jelaskan semua, dari awal terkait kasus yang dialami dua korbannya (Mayumi dan Rika Sano),” jelasnya.

Kapoltabes mengatakan, pihaknya sudah sangat koorperatif menjelaskan kepada publik Jepang terkait kasus kematian Sano. Termasuk, menjelaskan sejauh mana pengusutan yang dilakukan jajaran Poltabes Denpasar.

“Kasus ini dialami wisatawan di Bali dan kita harus benar benar kerja keras,” ucapnya.

Saking sibuknya mengungkap kasus kematian Sano, Kombes Alit dikabarkan tidak bisa tidur selama tiga hari berturut turut, pasca penemuan mayat Sano, Senin (28/9) lalu.

“Iya nih, badan saya lesu sekali, gak bisa tidur, suara juga agak parau, ha ha ha,” ujarnya sambil tertawa.



Meski begitu, Kombes Alit mengakui tidak akan kenal menyerah untuk mengusut kasus kematian Sano. Pihaknya telah mengerahkan personil bantuan dari Polda Bali untuk mencari pelaku.

“Saya harap doa masyarakat agar pelakunya cepat tertangkap,” tandasnya. (spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami