Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Ratusan Anjing Liar Dimusnahkan
Beritabali.com, Pekutatan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wabah rabies yang hingga saat ini mewabah di Tabanan membuat Pemkab Jembrana cemas. Tindakan tegas dengan melakukan eliminasi (pemusnahan) terhadap anjing-anjing liar tak bertuan akhirnya ditempuh. Ratusan anjing liar yang berkeliaran di gang-gang sempit dan pusat-pusat keramaian berhasil dimusnahkan.
Kamis (1/10), Kecamatan Pekutatan mendapatkan giliran pertama kegiatan eliminasi anjing-anjing liar lantaran merupakan daerah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabanan yang hingga kini masih terjangkit wabah rabies.
Di kecamatan ujung timur Jembrana ini, berhasil dimusnahkan ratusan anjing-anjing liar yang biasa berkeliaran di sekitar Kantor Camat Pekutatan, Pasar Pekutatan, sebuah gang sempit di Banjar Pasar, lapangan Desa Pengeragoan dan wilayah Banjar Dauh Tukad, Pengeragoan.
Ratusan anjing liar tersebut berhasil dimusnahkan setelah enam tukang sumpit menembakkan “pelurunya†yang telah diisi racun Strichnine. “Hanya dalam hitungan menit, anjing itu akan kehilangan nyawanya,†ujar salah seorang petugas.
Menurutnya, semakin aktif anjing tersebut bergerak setelah terkena tembakan, semakin cepat racun tersebut bereaksi. “Racun ini langsung menyerang jantung. Saat kena memang masih bisa lari, lalu dia akan menderita tremor, habis itu akan langsung tumbang hanya dalam hitungan menit,†tandasnya.
Ratusan bangkai anjing liar yang berhasil dimusnahkan akan ditanam di Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Banjar Peh, Kaliakah, Negara.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (PKL), I GN Sandjaja di sela-sela acara eliminasi anjing liar ini mengatakan Pemkab Jembrana berupaya untuk mengantisipasi sedini mungkin wabah penyakit rabies yang telah terjadi di Tabanan, Denpasar dan Badung.
“Salah satunya dengan melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar tanpa pemilik di seluruh Jembrana,†katanya.
Sandjaja menambahkan pihaknya akan mengirimkan sampel anjing ke Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar untuk memastikan apakah Jembrana bebas rabies atau tidak.
“Nanti kita ambil sampel kepala anjing dari Pengeragoan dan Gilimanuk untuk diambil otaknya,†tandasnya. Terkait dengan kasus gigitan anjing, Sandjaja mengakui ada sejumlah kasus gigitan anjing namun tidak menunjukkan tanda-tanda rabies. “Setelah kami observasi ternyata kasus gigitan anjing itu tidak menunjukkan gejala-gejala rabies,†katanya.\
Eliminasi anjing liar ini disambut antusias oleh penduduk sekitar tempat kegiatan. “Saya senang ada acara seperti ini, apalagi sudah diberitahukan dulu. Memang, di sini banyak anjing-anjing liar yang perlu dimusnahkan karena suka membuat ulah,†ujar Putu Kandia, salah seorang warga di sekitar Pasar Pekutatan. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8538 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5894 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3696 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar