Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Investor Malaysia Incar Pulau Nusa Penida
Beritabali.com, Nusa Penida
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Investor asal Klantan Malaysia mengincar Pulau Nusa Penida untuk melakukan investasi. Investor asal Negeri Jiran tersebut tertarik membangun resort di kawasan pulau yang merupakan wilayah adminitrasi Kabupaten Klungkung Bali.
Camat Nusa penida I Made Sudiarkajaya pada keterangannya di Nusa Penida, Minggu (4/10) menyatakan investor asal Malaysia tersebut berencana membangun resort seluas 50-100 heaktar dari 20.224 hektar luas pulau Nusa Penida. Padahal investasi yang diharapkan adalah investasi di bidang peternakan.
Memang mereka sudah membuat master plan, gambarannya rencananya membuat resort seluas 50-100 hektar, kan tidak mungkin kalau dilihat dari daya dukung dan daya tampung, padahal harapan kami investasi peternakan, jelas I Made Sudiarkajaya.
I Made Sudiarkajaya I Made Sudiarkajaya menyebutkan selain investor asal Malaysia, juga terdapat investor dari Hongkong dan Inggris yang tertarik untuk investasi di pulau yang berpenduduk sekitar 50.000 orang tersebut.
Menurut Sudiarkajaya, saat ini di Nusa Penida terdapat 5 bangunan villa, Namur 4 villa diantaranya belum memiliki ijin. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2436 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun