Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
7 Kabupaten di Bali Positif Rabies
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus rabies atau anjing gila kini telah meluas di 7 Kabupaten / kota di Bali. Jika sebelumnya kasus Rabies hanya ditemukan di kabupaten Badung, Denpasar dan Tabanan, namun dari hasil kini kasus rabies juga ditemukan di kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem dan Gianyar.
Kepala Dinas Peternakan Bali Ida Bagus Alit pada keteranganya di Renon (10/11) menyatakan kini hanya 2 kabupaten yang masih belum ditemukan kasus rabies pada anjing yaitu kabupaten Klungkung dan jembrana.
Namun protap penanggulangan rabies tetap diberlakukan dikedua kabupaten tersebut dengan alasan Bali sebagai pulau yang kecil cukup mudah terjadinya penularan rabies.
Menurut Ida Bagus Alit sebagai upaya penanggulangan selain melakukan eleminasi, kini juga diberlakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin dengan reaksi vaksin dalam jangka panjang.
“Pada vaksin kedua kita akan pakai vaksin long acting atau vaksin dengan efek yang panjang. Kalau yang pertama kan short acting atau jangka pendek ahanya 3 bulan†jelas Ida Bagus Alit.
Ida Bagus Alit menyatakan menargetkan seluruh anjing peliharaan akan divaksinasi dengan menggelar vaksinasi masal. Sedangkan untuk anjing liar atau diliarkan akan dilakukan eleminasi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun