Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Borong 69 Penghargaan ENSIA 2026

Minggu, 13 September 2026, 16:41 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Borong 69 Penghargaan ENSIA 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memborong 69 penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero).

Penghargaan tersebut terdiri atas 11 predikat Platinum, 18 Gold, 39 Silver, serta satu penghargaan Local Hero Inspiratif. Penghargaan diserahkan dalam gelaran ENSIA 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (10/9/2026).

Capaian tersebut merupakan kontribusi dari berbagai unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang menjalankan program inovasi dan keberlanjutan.

Sejumlah unit yang berkontribusi antara lain Fuel Terminal Maumere, Fuel Terminal Tuban, Fuel Terminal Sanggaran, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Malang, Integrated Terminal Surabaya, Integrated Terminal Tenau, Integrated Terminal Tanjung Wangi, Integrated Terminal Ampenan, Integrated Terminal Bima, Aviation Fuel Terminal Lombok (BIL), Aviation Fuel Terminal Juanda, Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, serta Bitumen Plant Gresik.

Beragam inovasi yang dikembangkan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

ENSIA merupakan ajang apresiasi terhadap inovasi dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pada penyelenggaraan keenam tahun 2026, ENSIA mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”.

Tema tersebut mendorong dunia usaha menghadirkan inovasi yang dapat memperkuat daya saing bisnis sekaligus membangun ketahanan sosial dan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya peran dunia usaha untuk tidak berhenti pada pemenuhan regulasi lingkungan.

“ENSIA 2026 merupakan salah satu bentuk praktik beyond compliance, yaitu upaya dunia usaha untuk tidak berhenti pada pemenuhan regulasi lingkungan. Tahap berikutnya perlu diarahkan pada restorative activity, yaitu tindakan nyata untuk memulihkan lingkungan yang telah mengalami kerusakan,” ujar Moh. Jumhur Hidayat.

Menurutnya, upaya menjaga dan memulihkan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, korporasi hingga masyarakat.

“Gerakan Tobat Ekologis bukan hanya ditujukan kepada perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Pemerintah, korporasi, maupun individu memiliki peran dalam memperbaiki perilaku terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan raihan 69 penghargaan merupakan hasil konsistensi dan kolaborasi insan Pertamina dalam mengembangkan inovasi yang memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan representasi dari kerja keras dan semangat seluruh insan Pertamina dalam menghadirkan perubahan. Setiap inovasi lahir dari kepedulian, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat. Kami bangga karena inovasi yang dilakukan di berbagai unit operasi dapat memberikan manfaat sekaligus mendapatkan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Ahad.

Menurut Ahad, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk meningkatkan kualitas inovasi sekaligus memperluas dampak program yang dijalankan.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus terus dilakukan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memastikan setiap langkah operasional Pertamina memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan di masa depan,” tambah Ahad.

Inovasi yang dikompetisikan dalam ENSIA 2026 mencakup perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, efisiensi air, penurunan emisi, efisiensi energi, pengurangan limbah B3, penurunan beban pencemaran non-B3, inovasi sosial, hingga Local Hero Inspiratif.

Beragam unit operasi dan jenis inovasi yang mendapat apresiasi tersebut menunjukkan upaya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan di berbagai wilayah. Inovasi dikembangkan untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial yang berbeda, mulai dari kawasan pesisir hingga perkotaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Pertamina



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami