Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Pilkada 2010 Lebih Rawan Dibanding Pilres
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pilkada 2010 di Bali diperkirakan akan lebih rawan dibanding pemilihan Presiden dan pemilihan Legislatif tahun lalu. Dalam pertemuan antara Ketua KPU Bali Lanang Perbawa Sukawati dengan Kapolda Bali Irjen Sutisna hari ini terwujud sebuah pola antisipasi dalam pelaksanaan Pilkada di lima Kabupaten/Kota pada 4 Mei nanti.
Menurut Lanang, Pilkada nantinya dipastikan memiliki tingkat gesekan massa lebih tinggi. Antara pendukung punya kedekatan emosional yang lebih dekat dengan yang dipilihnya. Kata Lanang, Pilkada kali ini berbeda dengan Pileg serta Pilpres tahun lalu. Pada pilpres, antara pendukung dan yang dipilih sangat jauh.
“Pileg juga, konstituen yang dipilih juga banyak jadi bisa,” ucapnya. Pihak KPU, kata Lanang, sudah berkoordinasi dengan Polda Bali menyangkut hal itu. Lanang mengatakan, koordinasi masalah keamanan dengan Polda Bali dilakukan, karena di setiap daerah dipastikan ada tingkat kerawanan.
“Daerah punya dinamika tersendiri di setiap daerah kabupaten kota. Moga moga aja Pilkada di Bali aman,” harapnya. Guna mengantisipasi kemungkinan adanya pilkada tahap kedua, pihaknya juga sudah mengantisipasi hal itu. Bahkan tanggal pelaksanaan serta anggaran juga sudah diantisipasi.
Kapolda Bali Irjen Sutisna mengimbau kepada masyarakat untuk memperlancar Pilkada yang akan datang. Tahapan-tahapan dalam pilkada tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, termasuk hak-hak pemilih nanti.
“Potensi konflik sudah kita antisipasi. Pihak kepolisian juga sudah menyiapkan rancangan konsep kesepakatan (MoU) perdamaian antara peserta pilkada nanti,” bebernya didampingi Kabid Humas Kombes Gde Sugianyar.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun