Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
BMKG Peringatkan Pelaku Wisata Bahari
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatkan kepada pelaku pariwisata bahari di Bali untuk mewaspadai ombak besar setinggi 3-5 meter di sepanjang pesisir Bali. Ombak besar tersebut terjadi sebagai dampak dari Badai Tropis.
Berdasarkan Prediksi BMKG Wilayah III Denpasar ombak besar yang disertai angin kencang akan terjadi sepanjang pertengahan Februari hingga akhir februari ini.
Kepala Bidang data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasat Endro Tjahjono pada keterangannya di Denpasar, Senin (8/2) mengungkapkan ombak besar dan angina kencang yang terjadi juga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas penyebrangan di pelabuhan-pelabuhan di Bali.
“Kalau puncak tergantung aktvitas badai tropis, kalau ombaknya lebih dari dua setengah meter, Pihak ASDP akan melarang penyebrangan," ujar Endro Tjahjono.
Kepala Bidang data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasat Endro Tjahjono berharap para nelayan juga untuk tetap waspada dan tidak melaut jika terjadi ombak besar.
Menurut Endro Tjahjono keungkinan cuaca ekstreme berupa hujan lebat dan ombak besar akan terjadi hingga akhir Maret mendatang. Sedangkan musim hujan di Bali akan berakhir pada April mendatang.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun