Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Diduga Serangan Jantung, Bule Amerika Tewas
Beritabali.com, Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang bule asal Amerika, Visnu Swarnt (68) ditemukan sudah menjadi mayat di Villa Saran, Kedisan, Tegallalang, Gianyar, Minggu (14/2).
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dilapangan, kejadian yang sempat membuat panik penghuni Villa ini, berawal dari pria yang pensiunan bagian keuangan di Amerika ini menginap bersama sang istri Norma Jeans di Villa nomor 101 pada tanggal 10 Februari lalu.
Entah kenapa, tiba–tiba sang istri menjerit dalam kamar, karena ketika dibangunkan, kondisi sang suami sudah kaku dan tidak bisa dibangunkan.
Terkait persoalan ini, pihak manajemen villa melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tegallalang. Mayat kemudian sempat dibawa ke Toya Klinik, Ubud untuk diperiksa.
Dari hasil pemeriksaan, diduga korban meninggal akibat serangan jantung, kebenaran ini ditambah dari pernyataan sang istri korban kalau memang benar suaminya sejak dahulu mengidap penyakit jantung.
“Mayat sudah dikirim ke RSUP Sanglah untuk diotopsi, untuk itu kami belum berani memberikan kepastian akan penyebab kematian bule Amerika itu, “ kata Pahumas Polres Gianyar, Kompol I Gde Sujana seizin Kapolres Gianyar, I Ketut Suardana, Senin (15/2).
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun