Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satu Tewas Dibunuh, Satu Sekarat Luka Tusuk

Rabu, 14 Juli 2010, 18:51 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Saling serang antar preman di Kuta, pecah lagi. Kali ini lebih sadis tak seperti yang diperkirakan. Peristiwa penyerangan terjadi, Rabu (14/07) dinihari, di Bar Red Room di Jalan Diana Pura, Kuta. Satu orang satpam tewas menggerikan setelah tubuhnya dicincang beramai ramai dan satunya lagi sekarat ditusuk. 

Wilayah pariwisata di Kuta, sepertinya sudah tidak aman lagi bagi wisatawan. Genderang perang antar preman kembali terjadi, diduga dipicu kasus penyerangan di depan Diskotik Sky Garden oleh dua kelompok preman, Minggu (11/07). Meski kasusnya sudah diselidiki aparat kepolisian, kelompok preman yang berseteru belum juga tertangkap.

Perang antar preman kembali pecah, Rabu (14/07) dinihari di Jalan Diana Pura, Kuta. Puluhan preman bersenjatakan pedang dan samurai, rantai besi, bergerak bebas ke Bar Red Room yang terletak di depan Santa Fe.

Dari informasi awal, sumber menyebutkan, para preman sebenarnya akan melakukan penyerangan di dua tempat. Satu di Sky Garden dan di Bar Red Room. Mereka menarget seseorang untuk dibunuh ditempat.Mereka salah sasaran, mau cari orang tapi orang yang dicari gak ada, beber sumber kepolisian, pada Rabu (14/07).

Namun karena Sky Garden dijaga ketat aparat kepolisian dari Brimob Polda Bali dan pasukan TNI dari satuan Raider, puluhan preman batal menyerang. Mereka bertolak ke Bar Red Room sekitar pukul 02.30 dinihari.

Penyerangan yang dilakukan kelompok preman beringas ini cepat dan sistematis. Masuk, menyerang, merusak, membunuh dan kabur.Gerakan mereka cepat sekali, ada setengah jam mereka menyerang dan membunuh, bisik sumber lagi.

Penyerangan dadakan ini membuat kaget satpam jaga, yakni Bagus Alit Edi Sastrawan dan Yesaya Karmoi. Mereka terkepung, setelah kelompok preman menerobos masuk sembari mengayunkan senjata tajam.Sabetan demi sabetan para pelaku mengenai tubuh Bagus Alit Edi Sastrawan. Korban tidak sempat kabur karena kondisinya terpojok. Yang menggerikan, setelah korbannya terkulai lemas, para pelaku beramai ramai membabat habis sekujur tubuh korban dengan senjata tajam.

Nasib beruntung bagi Yesaya Karmoi. Pemuda asal Alor ini berhasil kabur meski punggungnya ditusuk oleh para pelaku. Yesaya terpaksa kabur meninggalkan temannya Sastrawan karena nyawanya juga terancam.

Ulah para preman beringas ini membuat takut para tamu mayoritas wisatawan asing dan domestic yang asyik dugem di Red Room. Guna menghindari amukan preman, mereka ngacir menyelamatkan diri masing masing.

Selain membunuh dan melukai satpam jaga, para preman melakukan perusakan di Bar. Akibatnya, sejumlah perabotan dan fasilitas didalam bar hancur berantakan. Puas melampiaskan amarah, para pelaku kabur.

Beberapa menit kemudian, aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Kedua korban dilarikan ke RSUP Sanglah. Penjagaan pun diperketat dengan mengerahkan satu Dalmas dari Poltabes Denpasar.

Hanya saja, saat dalam perawatan di RSUP Sanglah, Bagus Alit Edi Satrawan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Korban tewas dengan luka yang sangat mengenaskan. Sedangkan Yesaya Kamori kini menjalani rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis.

Sementara itu Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Suryanbodo SIK mengatakan bahwa kasus ini masih diselidiki. Pihaknya sudah memeriksa 6 saksi dan menyita sejumlah barang bukti.Kita kumpulkan pecahan kaca dan sebagainya untuk barang bukti. Saksi baru diperiksa 6 7, ucapnya.Sejauh ini katanya, motif penyerangan ke Bar Red Room belum diketahui.

 

Termasuk jumlah penyerang yang diduga dari kelompok preman tertentu.Motifnya masih diselidiki. Pelaku penyerangan masih simpang siur, ada yang bilang 20 30 40 orang. Masih kita kembangkan, tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami