Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Berjemur Seharian, Cuma Dapat Rp 5.000
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Jika Anda datang ke Pantai Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, Anda akan melihat aktivitas puluhan pencari batu sikat yang berjemur di atas hamparan pasir hitam di pinggir pantai. Meski seharian berjemur, penghasilan para pencari batu sikat ini tidak sepadan dengan mahalnya harga batu sikat di pasaran.
Dadong (nenek) Nur merupakan salah satu pencari batu sikat yang rela berjemur di Pantai Kusamba bersama puluhan pencari batu sikat lainnya.Setiap harinya, wanita tua ini mengaku sudah berjemur mulai pagi hingga sore hari. Di bawah terik matahari, wanita yang berumur sekitar 80-an tahun ini dengan sabar mencari batu sikat yang ada di sepanjang Pantai Kusamba.
Satu persatu butiran batu sikat berwarna hitam mengkilap dikumpulkan Dadong Nur dengan tangan tuanya dan dikumpulkan di dalam wadah dari anyaman bambu.
Meski rela berjemur seharian di bawah terik sinar matahari, penghasilan yang diperoleh Dadong Nur amatlah kecil.“Batu sikat ini saya jual seharga Rp. 5.000 kepada pengepul. Kalau lagi untung, kadang-kadang bisa dapat Rp 11.000 per hari dengan menjual satu wadah kerontong (kaleng) penuh batu sikat,” kata wanita yang mengaku sudah berusia remaja saat masa penjajahan Jepang ini.
Aktivitas pencarian batu sikat sebenarnya sudah dilarang di beberapa Pantai di Bali karena bisa merusak lingkungan dengan mempercepat terjadinya abrasi pantai.Namun aktivitas pencarian batu sikat di Pantai Kusamba Klungkung hingga kini belum tersentuh aturan terkait penyelamatan lingkungan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun