Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perampok Bercadar Satroni Rumah Petani Cengkeh

Minggu, 5 September 2010, 20:05 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Kawanan perampok bercadar dan membawa sajam kini mulai menyasar rumah penduduk di pelosok desa. Rumah I Made Karsa (58) dan Ni Wayan Terima (55) di Banjar Munduk Temu Kaja , Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan dimasuki kawanan perampok, Minggu (5/9) sekitar pukul 03.00 Wita. 

Akibatnya, sejumlah perihasan emas milik korban yang berjumlah 100 gram berhasil dibawa kabur kawanan pelaku.Menurut penuturan korban I Made Karsa yang ditemui di TKP, masuknya tiga orang perampok itu kedalam rumahnya tanpa sepengetahuan dirinya dan istrinya.

Saat itu saya kaget sudah ada tiga orang masuk ke dalam kamar saya yang dilengkapi dengan senjata tajam,jelasnya.Karena ditodong senjata tajam, dia dan istrinya tidak berani berteriak minta tolong. Ia pun tidak berani berbuat banyak, hanya bisa menuruti keinginan para perampok.

Jumlahnya ada tiga orang, yang satu mengenakan cadar di mukanya. Saya tidak mengenal dua orang pelaku karena
saat itu hari masih gelap, jelasnya.Ketiga pelaku kemudian mengikat dua Karsa dan istrinya di dalam kamarnya.Selain mengikat dengan kain, mulut kami juga disumpal jadi tidak dapat berteriak, jelas Karsa.

Setelah berhasil mengikat keduanya, pelaku kemudian mengobrak abrik kamar dan lemari. Seluruh isi lemari dikeluarkan oleh ketiga pelaku, termasuk perhiasan emas istrinya yang ditaruh di dalam kotak di lemari.Setelah berhasil membawa kabur seluruh perhiasan korban, pelaku kemudian kabur lewat jendela.

Setelah pelaku kabur saya kemudian mendengar suara sepeda motor yang menuju arah kota Pupuan, jelasnya.Masih menurut Karsa, meski kawanan perampok itu telah kabur, ia bersama istrinya belum berhasil melepaskan diri dari ikatan kawanan perampok.Setelah bersusah payah berusaha, akhirnya ikatan kedua tangan dan kakinya akhirnya berhasil dilepaskan sekitar pukul 05.30 Wita .

Istri saya yang pertama dapat melepas ikatan di tanganya, tambahnya.Ia kemudian melaporkan kejadian itu kepada kelihan dinasnya yang dilanjutkan ke Polsek Pupuan.

Kapolsek Pupuan AKP IB Oka Kirana seijin Kapolres Tabanan AKBP AA Made Sudana saat memimpin oleh TKP yang dibantu Inafis Polres Tabanan mengatakan, pelaku diduga masuk melewati jendela rumah korban, karena ditemukan bekas congkelan di salah satu jendela rumah korban.Pelakunya berjumlah tiga orang, salah satunya menggunakan cadar, jelas Kirana.Dikatakanya, pelaku diduga kabur mengendarai dua sepeda motor satu Vario dan Yupiter.

 

Berdasarkan keterangan saksi, sempat melihat dua sepeda motor parkir tidak jauh dari rumah korban sekitar pukul 03.00 Wita, jelas Kirana.Ia pun menduga, dua sepeda motor itu milik pelaku. Namun sayang saksi tidak sempat mencatat nomor kendaraan pelaku.Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta karena seluruh perhiasan emasnya berhasil dibawa kabur pelaku, pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami