Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Regulator dan Selang Tabung Gas Berbahaya Masih Dijual Bebas

Kamis, 30 September 2010, 20:33 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Meski kasus ledakan tabung kompor gas sudah cukup sering terjadi, namun para pedagang tetap nekat menjual produk regulator dan selang kompor gas tak sesuai standar SNI. Dalam sidak di Denpasar Bali hari ini (30/9), petugas gabungan menyita puluhan regulator dan selang gas tak sesuai standar SNI yang berbahaya jika dipakai warga.

Sidak dilakukan petugas gabungan dari Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali serta kepolisian daerah setempat. Sidak regulator dan selang kompor gas ini dilakukan di sejumlah toko di kawasan Kota Denpasar.

Di sebuah toko di Jalan Diponegoro Denpasar, petugas menemukan puluhan regulator tekanan rendah untuk kompor gas yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Regulator gas tanpa label SNI ini mereknya aneh-aneh, belum pernah dijumpai sebelumnya di wilayah Indonesia, kata Veri Anggrijono, Kasubid Pengawasan Barang Ilmen Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.Selain menemukan regulator bermasalah, petugas juga menyita puluhan selang kompor gas yang juga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia. Beberapa merek selang gas yang dijual menggunakan bahan yang mudah terbakar jika terjadi kebocoran gas. 

Puluhan regulator dan selang kompor gas yang bermasalah ini selanjutnya disita petugas gabungan sebagai barang bukti. Jika terbukti bersalah, penjual regulator dan selang gas bermasalah ini diancam pasal 8 Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman kurungan maksimum lima tahun dan denda Rp 2 miliar. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami