Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Dilaporkan Bolos, Anak Sekolah Tawuran
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hanya lantaran tidak terima dilaporkan bolos kepada gurunya, belasan siswa salah satu SMK di Negara terlibat tawuran. Beruntung, tawuran tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (13/10) menyebutkan tawuran dipicu ketika salah seorang siswa berinisial MK (17) dilaporkan bolos oleh temannya. Atas laporan tersebut, MK mengaku dimarahi oleh gurunya.
Padahal saya tidak bolos tapi kok dibilang bolos. Laporan itu membuat saya dimarahi guru,kilah MK saat ditemui, Rabu (13/10).
Tidak terima dengan kejadian tersebut, MK lalu mendatangi salah seoran teman satu sekolahnya yang diduga melaporkan dirinya kepada guru.
Setelah keduanya bertemu, terjadi adu mulut yang berakhir dengan adu jotos. Teman-teman lainnya yang sebelumnya berusaha melerai malah jadi ikut terlibat dalam perkelahian yang berlangsung di wilayah Desa Kaliakah, Negara.
Saat sedang terjadi tawuran tersebut, seorang anggota polisi melintas dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Negara.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengirimkan personil ke lokasi tawuran. Melihat kedatangan polisi, siswa-siswa yang terlibat tawuran lari tunggang langgang dan hanya menyisakan MK yang kesakitan akibat cedera yang dialaminya.
MK lalu digiring ke Mapolsek Kota Negara untuk diminta keterangannya. Kapolsek Kota Negara AKP Erwin Pratomo,SIK seizin Kapolres Jembrana ketika dikonfirmasi, Rabu (13/10) membenarkan adanya kejadian tersebut.
Pihaknya masih melakukan penelusuran siswa-siswa yang terlibat tawuran untuk diminta keterangannya.
Kami juga akan melakukan pembinaan kepada mereka,jelasnya. (dey)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun