Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Australia Paling Cerewet Tanya Rabies di Bali

Beritabali.com, Denpasar

Jumat, 17 Desember 2010, 22:06 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dinas Pariwisata Bali memastikan hingga saat ini belum ada negara yang memberlakukan travel warning atau larangan berkunjung bagi warganya ke Bali terkait peningkatan kasus rabies di Bali.

Hingga saat ini beberapa negara telah beberapa kali mempertanyakan perkembangan kasus rabies di Bali. Negara tersebut seperti diantaranya China, Hongkong, Australia dan Denmark.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu pada keteranganya di Renon (17/12) mengatakan negara-negara yang mempertanyakan kasus rabies sebagian besar karena kekhawatiran terhadap warganya yang berada di Bali.

Namun dari negara-negara yang mempertanyakan kasus rabies di Bali, Australia menjadi negara yang paling rutin mempertanyakan kasus rabies. Bahkan setiap minggu pemerintah Australia meminta perkembangan kasus rabies di Bali.

�Kalau Australia setiap saat dia bertanya, karena masyarakat Australia kan cukup banyak di Bali. Malah tiap minggu mereka minta konfirmasi,� ucap Ida Bagus Subhiksu.

Subhiksu menyebutkan walaupun kasus rabies terus terjadi di Bali, namun selama Januari-September tahun ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai lebih dari 1,9 juta wisatawan.

Jumlah ini meningkat 9, 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dimana wisatawan yang paling banyak
berkunjung ke Bali adalah wisatawan asal Australia yang jumlahnya mencapai 463.000 wisatawan atau 24,14 persen. (mlt)

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami