Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Ketiga Pelaku Nyaris 'Dicakcak' massa
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ketiga tersangka perampokan asal Jawa Timur yang telah ditangkap polisi, menjalani rekonstruksi di dua TKP di Kecamatan Pupuan, Kamis (23/12). Warga Pupuan yang menyaksikan rekonstruksi sempat marah dan ingin menghajar tersangka. Karena ketatnya pejagaan, emosi masyarakat Pupuan dapat diredam.
Para tersangka yakni Rudian (30) asal Jember, Maskur Irawan alias Mastur (31) asal Jember, dan Moh.Fajrin alias Mat Bajera (22), asal Sumenep, Madura, Jawa Timur sekitar pukul 09.00 Wita dikeler ke dua TKP perampokan yang ada di Kecamatan Pupuan.
Rekonstruksi pertama digelar di TKP yang ada di Desa Munduk Temu berlangsung dari pukul 11.30 Wita. . Ketika tiba di lokasi, ratusan warga setempat sudah menunggu tersangka. Warga nyaris menghajar tersangka karena emosi melihat para tersangka.
Namun upaya itu dapat diredam oleh aparat kepolisian. Rekonstruksi berlangsung selama kurang lebih satu jam yang dilanjukan di TKP kedua yakni di Dusun Marga Sari, Desa Pujungan. Saat tiba di Desa Pujungan, ketiga tersangka juga ingin dihajar oleh masyarkat setempat. Karena ulah ketiganya sehingga membuat warga sekitarnya resah dan was-was.
Perlu diketahui, ketiga tersangka beraksi di Desa Munduk Temu pada tanggal 5 September 2010, di Dusun Marga Sari, Desa Pujungan, Pupuan pada 29 September 2010. Sedangkan di UD Kartika Putra Banjar Bongan Jawa Kangin, Desa Bongan Kecamatan Tabanan ketiga tersangka beraksi pada tanggal 16 November 2010.
Ketiganya kemudian berhasil dilumpuhkan Selasa (23 November) 2010 lalu. Kini polisi masih mengejar satu tersangka Hermanto yang diduga telah melarikan diri ke Madura, Jawa Timur. (nod)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun