Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Tradisi 'Ngejot Be Celeng' Umat Protestan Bongan
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Umat Kristen Protestan yang ada di Banjar Munduk, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, memiliki tradisi unik dalam menyambut hari raya Natal. Tradisi yang sudah berjalan turun temurun itu adalah 'ngejot be celeng'.
Tradisi 'ngejot' ( memberikan satu paket makanan, berisi daging babi, buah dan sayur ) kepada warga Hindu yang ada di sekitarnya dilakukan sehari sebelum hari Raya Natal yang mereka sebut hari Penampahan Natal.
Sejak pagi hari pukul 10.00 kelompok yang terdiri dari 14 KK ini mulai menyiapkan segala sesuatunya seperti 'nampah' ( memotong) babi. Prosesnya seperti 'mepatung ' yang dilakukan umat Hindu saat hari penampahan Galungan.
Babi yang dipotong kemudian dibagi secara rata kepada seluruh jumlah warga.
Pendeta Rai Saul Suryadi yang ditemui disela-sela memimpin kegiatan itu, Kamis (23/12) mengatakan tradisi ngejot menjelang hari raya Natal ini selalu dilakukan.
�Tujuannya menjaga harmonisasi antar umat beragama. Meskipun kami berbeda agama namun tetap bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai,� tandasnya.
Pendeta Rai menandaskan, isi dari pada 'jotan' tersebut adalah paket nasi yang dilengkapi daging babi ( be celeng), sayur dan buah-buahan.
'Jotan' itu nantinya akan dibagikan kepada warga Hindu yang merupakan tetangga maupun warga sekitarnya yang lain.
Ditambahkanya, selain tradisi ngejot di hari penampahan Natal, sejumlah tradisi lainya seperti memasang penjor di depan rumah masing �masing umat juga dilakukan.
Dikatakanya, puncak acara malam natal dipusatkan di Greja
Kristen Protestan di Bali (GKPB) �Alif dan Ya� Bongan. Acara malam Natal nanti akan diikuti sekitar 33 KK atau sekitar 119 jiwa. (nod)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun