Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Gubernur: Kurangi Penggunaan Dana Perjalanan Dinas
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta satuan unit kerja pemerintah daerah (SKPD) di Bali dan Pemerintah Kabupaten di Bali untuk mengurangi alokasi penggunaan dana operasional dengan alasan perjalanan dinas.
Apalagi selama ini cukup banyak alokasi dana operasional yang keluar hanya dengan alasan perjalanan dinas yang sebetulnya tidak diperlukan.
Menurut Pastika pada keterangannya di Renon, Rabu (29/12), pengurangan alokasi pendanaan untuk perjalanan dinas sangat diperlukan dalam upaya melakukan efesiensi pengunaan dana. Terutama penggunaan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).
Pastika menegaskan teknologi informasi seharusnya sudah mulai dimanfaatkan untuk melakukan efissiensi pengeluaran dana hanya dengan alasan perjalanan dinas.
�Kalau memang masalah itu bisa diselesaikan lewat telephon kenapa harus pergi, itu kan buang uang dan waktu lagi,� jelas Gubernur Bali.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga mengingatkan SKPD di Bali dan Kabupaten/kota di Bali untuk lebih selektif dalam mengalokasikan dana untuk program-program prioritas.
Sehingga tidak terjadi pengembangan program yang sifatnya hanya menghabiskan alokasi dana yang telah dianggarkan. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4545 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun