Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Raih Sukses, Tidur Hanya 3 Jam Sehari

Beritabali.com, Denpasar

Jumat, 31 Desember 2010, 11:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Perkembangan pusat oleh-oleh khas Bali di Pulau Bali saat ini bagai jamur di musim hujan. Salah satunya adalah pusat oleh-oleh ‘Krisna’ milik I Gusti Ngurah Anom. Saat ini, usaha yang dikelolanya bisa dikatakan merajai pusat oleh-oleh di Bali.

Sukses yang diraih I Gusti Ngurah Anom atau biasa dipanggil Pak Cok atau Ajik ini tidak datang begitu saja.

I Gusti Ngurah Anom lahir di Buleleng, Bali, 5 Maret 1971 dari pasangan petani miskin. Sejak lahir Pak Cok sudah merasakan hidup melarat. Meski kemauannya untuk belajar sangat tinggi, Ia tak bisa menamatkan bangku sekolah menengah pertama.

Anom yang dikenal sebagai anak nakal dan usil berontak atas kondisi yang dihadapinya. Ia marah karena tidak bisa melanjutkan sekolahnya di bangku SMP.

“Karena marah dan kecewa waktu itu, saya memutuskan untuk kabur dari rumah orang tua di Buleleng. Saya nekat kabur tanpa membawa uang sepeser pun dan berpakaian seadanya,” jelas Anom belum lama ini.

Karena tidak membawa uang sepeser pun, Anom menumpang pada supir truk yang hendak menuju Kota Denpasar. Ia kemudian turun di daerah Ubung dan berjalan tak tentu arah.

“Setelah turun di Ubung, saya kemudian mencari sungai untuk mencari minum dan membersihkan badan. Saya kemudian putuskan untuk berjalan menyusuri sungai. Pertimbangannya, di sepanjang sungai saya tidak akan kesulitan untuk mencari air minum atau makanan,” ujarnya.

Setelah berjalan kaki selama beberapa hari, Anom akhirnya tiba di sebuah hotel di kawasan Sanur. Di sana Ia bertahan hidup dengan menjadi tukang cuci mobil tamu hotel.

“Pekerjaan ini saya lakoni selama dua tahun. Saya tinggal dan tidur di pos satpam yang ada di hotel. Meski jadi tukang cuci mobil, penghasilan saya waktu itu sudah lumayan sekali. Saya merasa sudah sukses dan kaya waktu itu karena punya banyak uang dari mencuci mobil tamu hotel,” kata Anom mengenang masa lalunya yang keras.

Setelah dijalani selama dua tahun, pekerjaan mencuci mobil akhirnya dihentikan. Anom menderita sakit rematik karena tiap hari kedinginan terkena air untuk cuci mobil.

Anom kemudian bekerja di perusahaan konveksi milik saudaranya yang ada di Denpasar. Di tempat ini ia mulai belajar menjahit pakaian dan mempelajari seluk beluk dunia usaha konveksi.

Selanjutnya Anom bekerja di usaha konveksi milik seorang pengusaha konveksi sukses. Di sini Anom menjadi orang kepercayaan pemilik konveksi karena sifatnya yang rajin suka bekerja keras.

Setelah menjadi karyawan di konveksi tersebut selama beberapa tahun, Anom memberanikan diri membuka usaha konveksi sendiri 16 tahun lalu dengan modal awal Rp 30 juta.

Pada tahun 2000, usaha yang diberi nama Cok Konveksi berkembang pesat menjadi salah satu usaha konveksi terbesar di Bali. Lima tahun kemudian Anom memperluas jenis usahanya dengan menambah pusat oleh-oleh khas Bali yang diberi nama Krisna Oleh-Oleh Khas Bali.

Usaha itu pun kini sudah berkembang dengan omzet Rp. 500 juta hingga Rp 1 miliar rupiah per bulan. Dari 1 pusat oleh-oleh di Denpasar, kini Pak Cok sudah berhasil membuka 4 buah pusat oleh-oleh di wilayah Kota Denpasar dan Kuta.

Untuk bisa meraih sukses seperti saat ini, Gusti Ngurah Anom mengaku bekerja keras dengan turun langsung mengawasi roda usahanya.

“Setiap hari saya hanya tidur 3 jam. Paling lama 4 jam. Sisanya saya gunakan untuk bekerja mengawasi usaha konveksi dan pusat oleh-oleh saya. Ini karena saya memang amat senang bekerja,” ujarnya.

Gusti Ngurah Anom telah membuktikan bahwa tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya cara untuk meraih sukses. Meski hanya sekolah S 2 (SD dan SMP) Pak Cok telah membuktikan, bahwa dengan keberanian, ketekunan, dan tekad yang kuat, bisa mengantarkan seseorang untuk menjadi sukses.(dev)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami