Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Jumlah Ogoh-Ogoh Meningkat 300 Persen Lebih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jumlah ogoh-ogoh yang diarak hari pengerupukan (sehari sebelum hari raya Nyepi ) Jumat malam ini (4/3) sebanyak 932 ogoh-ogoh. Jumlah ini lebih banyak dari malam pengerupukan tahun lalu yang hanya sejumlah 300 ogoh-ogoh.
[pilihan-redaksi]
Hal itu diungkapkan Kapolres Tabanan AKPB AA Made Sudana usai menggelar apel pengamanan hari pengrupukan dan Nyepi di Mapolres Tabanan, Jumat (4/3) pagi.
Sudana menegaskan faktor penyebab meningkatnya jumlah ogoh-ogoh yang diarak malam ini karena di tahun sebelumnya perayaan Yepi berdekatan dengan hajatan pilkada Tabanan.
"Untuk tahun lalu agak dibatasi jumlah ogoh-ogohnya. Sedangkan sekarang satu banjar bisa membuat tiga ogoh-ogoh,"tandas Sudana. Untuk mengamakan jalannya pengarakan ogoh-ogoh malam ini, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan yang tersebar di sepuluh kecamatan yang ada.
Sedangkan titik-titik rawan seperti di wilayah kecamatan Kediri, dan kecamatan Baturiti menjadi fokus perhatianya. "Sejauh ini berdasarkan pemantauan kami Tabanan tetap kondusif," jelasnya.
Ia pun menghimbau kepada pemuda yang mengarak ogoh-ogoh malam ini agar tidak mengkonsumsi minuman keras. "Mengarak ogoh-ogoh yes, tapi menegak arak api no,"imbuhnya. Selain itu pihaknya sudah dari jauh hari juga mengumpulkan para tokoh "tokoh masyarakat agar tidak membunyikan meriam bambu, dan mercon. "Saya harap malam pengerupukan dan perayaan hari raya nyepi bisa berlangsung dengan aman dan lancar," ucapnya.
Sementara itu pawai ogoh-ogoh di Kota Tabanan dimulai dari pukul 15.00 Wita. Sekitar 50 ogoh-ogoh akan diarak dari depan Pura Dalem Tabanan yang kemudian diarak mengelilingi 22 banjar yang ada di desa adat Kota Tabanan.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun