Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Bayi Mungil Dibuang Ibunya di RSUP Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sungguh kejam dan biadab ! Seorang bayi perempuan yang baru berumur 7 hari diterlantarkan ibunya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar. Yang teranyar, RSUP Sanglah segera bersurat ke Polda Bali dan tembusan ke Dinas Sosial guna menangani kasus ini.
[pilihan-redaksi]
Bayi yang dilahirkan oleh ibunya bernama Fransisca tersebut dilahirkan pada 7 Maret 2011 dengan berat lahir 2,8 kilogram, panjang 47 centimeter, dan lahir secara normal.
Dikonfirmasi terpisah, Kabag Hukum dan Humas RSUP Sanglah Denpasar Nengah Sumatra mengatakan bayi yang dinamai 'Baby Saskia' ini ditinggalkan ibunya di ruang Bakung sejak 8 Maret 2011. Si ibu bejat tersebut diketahui melarikan diri tanggal 8 Maret 2011.
"Seharusnya bayi boleh pulang tanggal 14 Maret 2011," tegasnya, pada Senin (14/3).
Diterangkannya, saat ini RSUP Sanglah akan melakukan langkah bersurat ke Polda Bali dan tembusan ke Dinas Sosial. "Sebagai pertimbangan perijinan pengangkatan anak dari Dinas sosial Bali," katanya.
Sampai saat ini, bayi cantik dan sehat ini dirawat di ruang Cempaka RSUP Sanglah. Sementara saat ditelusuri alamat ibunya di Jalan Pulau Saelus III, tidak ditemukan alamat nomor 2B. Demikian diterangkan warga setempat.
"Tak ada alamat Pulau Saelus III no 2B," kata Ketut Labda, salah seorang warga Saelus III. kepada beritabali.com.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan