Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Buku Pancasila Terbesar di Indonesia Diluncurkan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni di Denpasar Bali diisi dengan peluncuran buku Pancasila ukuran raksasa. Buku Pancasila ini diklaim sebagai buku Pancasila terbesar yang pernah ada di Indonesia.
Peluncuran buku Pancasila terbesar di Indonesia ini dilakukan di lapangan Korem Wirasatya Denpasar Rabu malam (1/6/2011. Acara ini dihadiri Ketua DPR RI Marzuki Alie, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali AA. Oka Ratmadi, serta Pangdam IX Udayana Mayjend TNI Leonard.
Buku yang diluncurkan oleh Yayasan kepustakaan Bung Karno ini berukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter. Buku setebal 53 halaman ini dibuat dalam kurun waktu 1 bulan.
Buku tentang Pancasila yang diklaim terbesar di Indonesia ini berisi sejarah lahirnya Pancasila. Di dalam buku ini terdapat pidato presiden pertama Indonesia Bung Karno pada satu Juni 1945.
Ini merupakan salah satu bentuk penghargaan saya terhadap hasil karya dan ide atau pemikiran besar daripada presiden pertama kita Bung Karno. Dengan adanya buku ini saya berharap nilai-nilai luhur Pancasila tetap ada dalam tatanan hidup masyarakat Indonesia, jelas Gus Marhaen, penggagas buku Pancasila ukuran raksasa.
Setelah diluncurkan pada hari lahirnya Pancasila, buku Pancasila ukuran raksasa ini rencananya akan dipajang di museum Yayasan Kepustakaan Bung Karno di Denpasar.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3023 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2043 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun