Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Ditemukan Luka Bacok dan Bekas Tembakan Senapan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar, Jenazah korban tewas akibat bentrokan antar warga di Kabupaten Bangli siang ini diotopsi di Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Dari hasil otopsi diketahui korban tewas akibat luka parah terkena pukulan benda tumpul, sabetan senjata tajam, serta luka tembakan senapan angin.
[pilihan-redaksi]
“Korban tewas akibat luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan betis. Selain itu korban juga mengalami luka memar di kepala akibat pukulan benda tumpul, serta luka di bagian punggung akibat tembakan senapan angin,” jelas Dokter Dudut Rustyadi, Kepala Instalasi Kedokteran Foresnik RSUP Sanglah (20/7).
"Luka sabetan senjata tajam tidak begitu fatal akibatnya, yang menjadi penyebab kematian korban adalah pukulan benda tumpul di bagian kepala yang menyebabkan memar otak. Satu peluru senapan angin juga kita temukan di bekas luka tembak di punggung," imbuh Dudut.
Jero Selamet (50) asal Banjar Serongga, Desa Songan, Kecamatan Kintamani Bangli, tewas dalam bentrokan antar warga di wilayah Banjar Pande, Kota Bangli. Korban ditemukan tewas di depan sebuah sekolah dengan luka di beberapa bagian tubuh.
Bentrokan antar warga Desa Songan dan warga dari beberapa banjar atau dusun di wilayah Kota Bangli terjadi Selasa malam (19/7). Bentrokan disebabkan oleh persoalan sepele yakni mulai masalah pertandingan sepakbola dan perkelahian pelajar antar kedua desa.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 414 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 362 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 354 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang