Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Underpass Dewa Ruci Digarap Selama 18 Bulan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jika pembebasan lahan sudah rampung, proyek underpass simpang Dewa Ruci akan dimulai pada pertengahan November 2011. Pengerjaan proyek jalan untuk mengatasi persoalan kemacetan di wilayah Kabupaten Badung bagian selatan ini akan memakan waktu selama 18 bulan.
"Pelaksanaan proyek akan dimulai sekitar pertengahan November 2011 dengan jangka waktu pengerjaan selama 18 bulan,"ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Ir Susalit Alius CES (3/11/2011).
Pada tahap awal, kata Susalit, akan ada pelebaran jalan di sisi kiri dan kanan jalan by pass Ngurah Rai, tepatnya di bagian utara patung Dewa Ruci dan selatan patung Dewa Ruci tersebut.
"Setelah pelebaran jalan selesai dikerjakan, baru jalan underpass atau bawah tanah ini dikerjakan. Sistem yang akan digunakan adalah dengan pemasangan dinding beton sebelum tanah tersebut dikeruk," jelasnya.
Pemasangan dinding beton untuk jalan underpass tersebut, kata Susalit, berpusat dari patung Dewa Ruci, yaitu 400 meter ke arah Utara dan 400 meter ke Selatan.
"Pemasangan dinding beton ini selain untuk kontruksi jalan bawah tanah juga sebagai upaya mengantisipasi air tanah masuk ke daerah yang dikeruk tersebut. Sebab di areal ini air tanah sangat gampang keluar saat digali. Dalam pengerjaan nanti kami juga menyediakan pompa air untuk memompa air keluar dari galian," paparnya.
Panjang jalan bawah tanah direncanakan mencapai 800 meter, dengan lebar 18 meter, dan tinggi 5,2 meter. Jalan bawah tanah ini nantinya akan berada persis di tengah-tengah jalan "by pass" Ngurah Rai yang ada saat ini.
Pembangunan jalan underpass ini akan menelan biaya Rp 179 miliar. Sebanyak Rp 50 miliar diantaranya diperlukan untuk biaya pembebasan lahan seluas 62 are atau 6.200 m2 di sekitar kawasan simpang Dewa Ruci.
"Saat ini kami sudah siap untuk membangun proyek tersebut. Bahkan tender proyek juga sudah selesai dilakukan," ujarnya.
Sebelum proyek ini dimulai pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena selama proyek berjalan tentu akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.
"Selama pengerjaan proyek pasti pengguna jalan akan sedikit terganggu. Kami berharap warga masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk memaklumi karena proyek ini dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut selain untuk kepentingan pelaksanaan KTT APEC 2013," ucap Susalit. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 955 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 783 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 603 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik