Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah AIDS dan Narkoba dengan Workshop Yoga

Minggu, 3 Juni 2012, 20:22 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah bahaya HIV/AIDS dan narkoba khususnya di kalangan remaja. Di Ubud Bali misalnya, hari ini (03/06/2012), puluhan remaja mengikuti workshop yoga dan pemberdayaan pemuda.

Workshop yoga dan pemberdayaan pemuda ini digelar di Anand Ashram yang berlokasi di jalan Sriwedari Ubud Bali. Workshop ini diikuti sekitar 25 pemuda dan pemudi yang berasal dari sekitar Ashram. Dalam workshop bertajuk “Youth Challenges & Empowerment” ini, para peserta diberikan pengantar tentang yoga sekaligus dilatih dasar-dasar yoga.

Selain itu para peserta juga diajak untuk melakukan beberapa  permainan ringan dan bernyanyi  bersama dengan irama lagu yang riang. Para remaja peserta workshop mengaku sangat tertarik dengan kegiatan ini. “Rasanya lebih tenang dibanding sebelumnya,  senang bisa ikut kegiatan ini,” ujar salah seorang peserta Gusti Ayu Indra Kasih.

“Awalnya memang capek, tapi setelah selesai yoga badan  jadi segar . Yoga ini ngebantu saya untuk menyadari badan saya sakitnya dimana. Dengan terus dilatih, akan memperkuat badan dan pikiran kita, ujar peserta lainnya,  Tara Rafi Yoga.

“Tujuan diadakannya workshop ini adalah supaya anak-anak muda menjadi sehat secara holistik, menjadi cerdas dan bertanggung jawab, menyadari potensi diri sejak dini,  menumbuh kembangkan rasa percaya diri dan memiliki kemampuan untuk memilah mana tindakan tepat dan tidak tepat untuk diri mereka,”jelas penyelenggara workshop, Dr Wayan Sayoga.

Wayan Sayoga menambahkan, pemuda mempunyai energi luar biasa. Dan jika tidak disalurkan dengan baik akan menimbulkan ekses  negatif  seperti perkelahian, pergi ke kafe, minum minuman keras, seks bebas, dan lain sebagainya. “Workshop ini sekaligus untuk mencegah semakin banyaknya penderita HIV/AIDS akibat pergaulan yang salah. Apalagi penderita HIV/AIDS di Bali saat ini cukup tinggi. Jadi workshop ini merupakan mekanisme pencegahan bahaya yang lebih besar, jelasnya.

Menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), jumlah penduduk Indonesia yang terkena virus HIV/AIDS pada 2020 diperkirakan bisa mencapai 1,9 juta orang. Setiap satu jam, diperkirakan seorang remaja/pemuda di Indonesia terjangkit HIV.   Data akurat lainnya menunjukan bahwa Indonesia adalah peringkat ke 3 dunia dalam jumlah perokok dan nomor 1 jumlah remaja perokok di dunia. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami