Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Cagub Bali dari PDIP Tergantung Megawati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Siapa calon Gubernur dari PDIP yang akan bertarung dalam Pilkada Bali 2013 hingga kini masih belum jelas. Meski sudah muncul beberapa nama, pada akhirnya semua akan tergantung pada kehendak Ketua DPP Megawati Sukarnoputri. Hal ini disampaikan pakar politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), DR. Nyoman Subanda, di Denpasar, Rabu (31/10/2012).
"Gubernur Bali dan wakilnya sekarang itu kan paket. Sekarang mereka katanya beda pendapat, tidak ada kecocokan satu sama lain. Tapi kalau Mega (Megawati) berkehendak, mereka bisa berpaket lagi dalam Pilgub mendatang. Apalagi selama ini pengurus DPC ataupun DPD PDIP tidak memiliki bargaining position (posisi tawar) terhadap pusat (DPP PDIP),"ujar Subanda.
Peran Ketua DPP PDIP Megawati Sukarnoputri, kata Subanda, hingga kini masih sangat kuat, dalam menentukan siapa figur atau kader PDIP yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah.
" Mega menentukan segalanya, kalau Mega tentukan Pastika, lantas mau apa. Kalau sudah Mega berkehendak, ya ujung-ujungnya jajaran pengurus PDIP di Bali akan menerimanya. Ini karena PDIP masih Megasentris. Partai lainnya saya rasa juga sama, yakni memakai sistem restu dan rekomendasi. Soal siapa calon Gubernur Bali yang punya kans kuat untuk menang dalam Pilgub Bali 2013 mendatang, Subanda menyatakan elektabilitas (tingkat keterpilihan) pribadi Mangku Pastika masih ada di posisi teratas.
"Pastika calon kuat, tapi harus didukung mesin politik yang kuat. Saat ini PDIP yang masih terbesar di Bali. Tapi sekarang partai besar berkoalisi juga bisa kalah, jadi tidak ada jaminan. Untuk itu figurnya juga harus kuat,"ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun