Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Anak SD Ikut Kampanye Dukung Ibu dan Anak Terinfeksi HIV
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sedikitnya 400 anak sekolah dasar akan membuat kampanye massal dengan cara melukis bersama pada peringatan Hari AIDS sedunia, 1 Desember 2012. Ini merupakan bentuk dukungan pada ibu dan anak di Bali yang terinfeksi HIV.
Kegiatan bertema “melukis harapan dunia”, ini dipusatkan di Lapangan Bajra Sandhi Denpasar pada Sabtu sore (1/12/2012). “Kami mengajak peran aktif anak sekolah SD dan guru pembimbing dalam penanggulangan HIV dan AIDS dan memberi dukungan bagi anak yang terinfeksi,” ujar Ni Putu Utami Dewi, Direktur Yayasan Spirit Paramacitta, lembaga pendampingan orang dengan HIV/AIDS (Odha) di Bali.
Beberapa lukisan juga akan dijual untuk penggalian dana program pencegahan dan penanggulangan AIDS bagi perempuan dan anak. “Semakin banyak bayi yang berisiko terinfeksi HIV di masa depan jika kita tidak bergerak sekarang,” ujar Ni Putu Utami Dewi.
Kampanye ini digerakkan Forum Komunikasi Perempuan dan Anak Peduli HIV dan AIDS secara swadaya. Tujuannya membuka mata masyarakat mengenai ancaman HIV ini di Bali terutama bagi perempuan dan anak. Semakin banyak ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV dari pasangannya yang kemudian menginfeksi bayi yang dilahirkan.
Selain itu, sangat penting menekan stigma dan diskriminasi terkait HIV dan AIDS di tingkat sekolah dasar, oleh para guru dan orangtua murid. “Menanamkan kesadaran dan empati dalam diri anak, guru dan orangtua terutama ibu akan pentingnya dukungan pada anak-anak yang sakit,” tambah Luh Riniti Rahayu, Direktur Bali Sruti, lembaga advokasi perempuan.
Hingga September ini, sekitar 6700 orang yang tercatat terinfeksi HIV atau AIDS. Sebagian besar kasus kini didominasi karena hubungan heteroseksual yang menyebabkan peningkatan kasus pada ibu dan anak. Sebelumnya di Bali kasus HIV didominasi dari pengguna jarum suntik.
Hasil proyeksi tahun 2010-2014 secara nasional menunjukkan adanya peningkatan jumlah Odha pada perempuan dari 19% di tahun 2008 dan diperkirakan meningkat menjadi 28% di tahun 2014. Hari AIDS sedunia (HAS) yang jatuh pada setiap tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap epidemi HIV di seluruh dunia. HIV dan AIDS di Indonesia sendiri sudah menjadi perhatian penuh pemerintah karena bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dari berbagai resiko seperti seksual, jarum suntik, dan penularan dari ibu HIV pada anak yang dikandungnya. Tema HAS kali ini adalah “Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS.
” Tema ini dipilih karena data menunjukkan bahwa resiko penularan tidak hanya terbatas pada populasi yang beresiko tinggi namun juga dapat menular pada pasangan atau bahkan anak.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 889 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 752 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 568 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 534 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik