Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Kasus Gigitan Anjing di Bali Menurun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan provinsi Bali menunjukkan bahwa trend kasus gigitan anjing akibat rabies di Bali mengalami penurunan signifikan. Selama 2012 jumlah kasus gigitan anjing di Bali hanya mencapai 42 ribu kasus. Padahal sebelumnya tahun 2010 jumlah kasus gigitan anjing mencapai 60 ribu kasus dan tahun 2011 sekitar mencapai 55 ribu kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya dalam keteranganya di Denpasar mengungkapkan penurunan kasus gigitan anjing pada manusia juga disertai dengan penurunan kasus meninggal akibat rabies pada manusia. Dimana kasus kematian terakhir pada manusia akibat rabies terjadi pada bulan april lalu.
Kematian pada manusia terakhir pada bulan April (2012) kemarin, kematian sudah sangat menurun , kalau sekarang dinas peternakan terus melakukan vaksinasi dan pada manusia pemberian VAR-nya bagus, saya kira mudah-mudahan tidak ada lagi kematian pada manusia, kalau 2013 tidak ada kematian pada manusia, 2014 tidak lagi ada kematian, 2015 bisa bebas, papar dr. Ketut Suarjaya (17/1/2013).
Suarjaya menyebutkan sejak tahun 2008 hingga 2012 jumlah korban meninggal akibat rabies pada manusia mencapai 145 orang. Dari jumlah tersebut 8 orang diantaranya meninggal tahun 2012.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun