Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bupati Tabanan Larang Pastika Lakukan Kegiatan di Wilayahnya

Selasa, 12 Februari 2013, 15:02 WITA Follow
Beritabali.com

www.beritabali.com/Dok

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku Bupati Tabanan Eka Wiryastuti melarang semua kegiatannya, baik yang berasal dari Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah pusat untuk digelar di seluruh wilayah Tabanan.

Pastika sebagai kepala pemerintahan di Bali merasa heran atas larangan tersebut. Bagi Pastika, larangan itu dinilainya sangat politis, mengingat saat ini ada upaya-upaya nyata dimana kegiatan politik mulai berjalan di seluruh Bali.

"Mereka mengira kegiatan tersebut berhubungan pencitraan saya yang akan maju menjadi Gubernur Bali. Saya katakan, semua kegiatan tersebut tidak ada hubungan dengan pencitraan politik. Ini benar-benar bantuan pemerintah pusat dan provinsi bagi petani di 5 kabupaten di Bali," kata Pastika, dalam keterangan resminya di Kantor Gubernur Bali, Renon, Selasa (12/2/2013).

Mantan Kapolda Bali menghimbau Bupati Tabanan, jangan sampai kegiatan politik menghalangi kegiatan pelayanan publik yang sebenarnya sangat vital bagi kepentingan masyarakat banyak.

"Kalau tidak mau menerima kegiatan Pemprov Bali dan pemerintah pusat, lebih baik seluruh sumbangan tersebut ditolak saja. Sangat tidak masuk akal kalau kegiatannya ditolak, tetapi sumbanganya diterima. Ini kan tidak masuk akal. Kalau saya tahu ada instruksi seperti itu sejak awal makanya saya akan instruksikan agar seluruh sumbangan itu tersebut ditahan. Biar masyarakatnya tahu siapa yang salah disini," tantangnya.

Larangan Bupati Tabanan itu menurut Pastika, sangat tidak masuk akal. Padahal PAD dan APBD sangat kecil. Pastika membeberkan, penolakan tersebut berawal dari kegiatan dari Kementerian Pertanian untuk menyerahkan bantuan berupa alat-alat pertanian terhadap para petani di 5 kabupaten di Bali.

"Kalau pusat dan provinsi menyetop semua bantuan, bisa dibayangkan apa yang terjadi di Tabanan," imbuhnya. Sementara, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali IB Wisnuardhana juga membenarkan adanya penolakan tersebut. Wisnuardhana mengakui jika dirinya menerima langsung penolakan tersebut dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan untuk membatalkan acara tersebut.

"Saya mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan beserta beberapa kepala bidangnya. Mereka datang menghadap saya dan menberitahukan bahwa berdasarkan perintah dari Bupati Tabanan agar kegiatan tersebut dilarang," ungkapnya.

Lebih jauh  Wisnuardhana menjelaskan, penetapan tempat penyerahan alat-alat pertanian berupa mesin rontok, mesin panen dan mesin giling tersebut sebelumnya ditetapkan di Pakedungan, Desa Tanah Lot, Kabupaten Tabanan. Namun karena ada penolakan dari Bupati Tabanan maka pemberian bantuan tersebut akhirnya dipindahkan ke Desa Cemagi Kabupaten Badung.

"Permintaan tempat pemberian bantuan tersebut sebenarnya sudah berdasarkan permintaan dari pemerintah pusat karena Tabanan adalah salah satu wilayah pertanian sawah terbesar di Bali. Tetapi karena ditolak oleh Bupati Tabanan maka acaranya dipindah ke Cemagi," jelasnya.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami