Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Pembantai Berhasil Diringkus

Badung

Senin, 3 Juni 2013, 08:27 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Nusa Dua. Kasus pembantaian penjaga kompleks pelacuran Aseman, Nusa Dua, yang menewaskan Muhamad Takur dan melukai empat temannya, Abdul Rohman, Kasianto alias Kumis dan Dedik alias Tule, berakhir sukses.

Itu setelah polisi menangkap dua pelakunya, Martius Jaka Dana (32) dan Dani Tepuhulu (22) tinggal di bendeng milik PT NRC di jalan Prama Lapangan Languna Nusa Dua. Penangkapan dua tersangka ini dilakukan setelah polisi memeriksa 7 saksi yang terlibat dalam perkelahian.

“Kami menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan ini,” jelas Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Nuriata, pada Minggu (2/6).

Menurutnya, penyidikan kasus tersebut terus berjalan dan diduga masih ada pelaku lain yang kini masih dikejar. Sementara dari hasil pemeriksaan dua tersangka, Martius dan Dani, diduga kuat berlatarbelakang balas dendam. Pasalnya, tersangka kerap memukul Takur.

“Tersangka Martius masih dirawat dan kami butuh keteranganya,” jelasnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Densel itu menerangkan, setelah kejadian pihaknya langsung melakukan pra rekontruksi di TKP. Dalam pra rekontruksi tersebut pihak kepolisian mengikutsertakan tersangka Dani dan saksi saksi lainya.

Menurut Kompol Nuriata, tersangka Martius adalah pelaku penusukan korban dan sengaja membawa pisau dari rumahnya yang diselipkan dipinggang.

“Kalau tersangka Dani, dia adalah pelaku pemukulan,” bebernya.

Kasus pembantaian ini jelas , pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa pisau dan topi serta baju yang berisikan bercak darah. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan bendesa adat setempat untuk menutup sementara lokalisasi prostitusi tersebut. Ini dilakukan agar penyidikan kasus tersebut bisa berjalan tuntas.

“Kami masih berkoordinasi dengan bendesa adat setempat untuk menutup lokalisasi tersebut,” ujarnya.

Kejadian pembantaian ini menurut Kompol Nuriata terjadi pada Jumat (31/5) pukul 20.00 wita. Berawal saat dua tersangka dan teman temannya bertemu dan berkumpul hingga pukul 21.00 wita, dibedeng sambil minum arak. Setelah minum arak, mereka beranjak pergi menuju lokalisasi Aseman di Nusa Dua.

Di TKP, mereka kembali minum dan memesan bir. Tak lama kemudian mereka bertemu dengan korban dan terjadilah keributan hingga menewaskan satu korban dan melukai empat  lainnya. (Spy) 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami