Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Kementerian ESDM Diminta Tak Paksakan Pembangunan Geothermal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali Kadek Arimbawa meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memaksakan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau Geothermal Bedugul Tabanan Bali.
Kadek Arimbawa menyampaikan geothermal memang energi ramah lingkungan tetapi pengembangan geothermal juga harus memperhatikan kearifan lokal dan budaya daerah. Apalagi berdasarkan kepercayaan masyarakat Bali lokasi Geothermal Bedugul merupakan kawasan hutan yang disucikan oleh masyarakat Bali dan merupakan daerah resapan air bagi Bali.
Kadek Arimbawa dalam keteranganya di Renon (2/7/2013) menegaskan pembangunan geothermal bukanlah satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali. Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik Bali.
“Yang pertama pergantian bahan bakar, itu solusi pertama, pergantian bahan bakar dari solar menjadi gas. Jika memakai gas, satu mesin itu bisa menghasilkan hingga 15 megawatt, sedangkan jika memakai solar menghasilkan Cuma 5 megawatt. Solusi yang kedua pergantian mesin, karena mesin yang ada di Celukan Bawang, Pemaron dan Gilimanuk itu produksi 1976,” ujarnya.
Kadek Arimbawa menambahkan, jika Kementerian ESDM serius mau mengembangkan eneri alternatif di Bali seharusnya mencari pengembangan energi alternatif lainnya seperti energi matahari dan energi angin atau bayu. (mlt)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2800 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1084 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 477 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 392 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun