Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Kurangi Emisi dan Wujudkan Ketahanan Energi Melalui Biogas Rumah (1)
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Biogas merupakan salah satu energi ramah lingkungan. Potensi biogas di Indonsia juga sangat besar. Selain sebagai energi ramah lingkungan dan murah, pemanfaatan biogas juga memberi kontribusi dalam upaya pengurangan gas emisi. Pada sisi lain, pemanfaatan biogas akan berkontribusi bagi pengurangan pembuangan limbah ke alam. Kenyataanya pemanfaatan biogas masih sangat terbatas di Indonesia.
Wayan Sudarmi (37 tahun), seorang Ibu Rumah Tangga yang melakoni usaha rumahan berupa pembuatan kripik tradisional berbahan dasar beras kini menjadi salah satu warga yang menikmati manfaat menggunakan biogas. Ibu dua anak yang berdomisili di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali tidak lagi merasakan kendala yang berarti walaupun harga BBM dan LPG mengalami kenaikan. Berbeda dengan ibu rumah tangga lainnya yang harus menata ulang pengelolaan keuangan rumah tangganya akibat dampak kenaikan harga BBM dan LPG.
Sejak memiliki reaktor Biogas Rumah (BIRU) di belakang dapur mereka, dekat kandang babi peliharaan keluarga, mereka telah berhasil mencapai penghematan biaya bahan bakar rumah tangga hingga setara dengan 2 tabung LGP ukuran 12 kg tiap bulannya. Sudarmi (29/7/2013) mengakui sejak menggunakan biogas mengalami peningkatan keuntungan hingga 50% dari keuntungan normal yang mereka dapatkan selama ini.
”Dulunya, kami membutuhkan LPG ukuran 12 kg antara 6 hingga 7 tabung. Namun sekarang, mereka cukup hanya membeli 3 hingga 4 tabung saja setiap bulannya, ” ujar Sudarmi.
Selain tidak lagi tergantung dengan naik turunnya harga LPG di pasaran, keluarga ini pun sudah dapat menikmati kembali segarnya udara sekitar karena aroma kotoran babi yang selama ini mengurangi kesegaran udara tersebut telah berangsur menghilang seiring diolahnya kotoran tersebut ke dalam reaktor BIRU untuk dijadikan biogas.
”Biogas BIRU tidak hanya berguna untuk bahan bakar memasak, namun juga dapat berfungsi sebagai bahan bakar lampu penerangan yang mirip petromak. Penghematan biaya listrik pun akhirnya di dapat pula,” tegas Wayan Sudana(37 tahun) suami Wayan Sudarmi.
Keuntungan dari penggunaan biogas juga dirasakan seorang pengusaha ternak babi asal Sanur, I Nyoman Brandi (56 tahun). Menurutnya, dengan memanfaatkan kotoran ternak babi menjadi biogas, ia kini tidak lagi dikompalin oleh masyarakat karena pembuangan kotoran ternak ke saluran perairan. Dengan pemanfaatan kotoran ternak babi menjadi biogas juga sangat membantu dalam melakukan efisiensi penggunaan energy.
“hampir 50 persen kami bisa menghemat daripada energi yang kami siapkan, kalau semula tanpa ada biogas dari kayu kami beli, kayu bakar dan juga elpiji, kalau kayu bakar tidak mungkin kita dapatkan sekarang gratisan, sekarang itu sudah tidak, kami bisa memanfaatkan biogas,” ungkap I Nyoman Brandi.
Brandi menambahkan masyarakat masih kurang berminat memanfaatkan biogas karena tingginya biaya pembangunan instalasi biogas yang mencapai Rp. 7,5 juta hingga Rp. 10 juta untuk satu instalasi biogas. “ketika memulai membangun instalansi yang sangat berat, bagi masyarakat menengah kebawah biayanya sangat tinggi,” paparnya. (bersambung...) (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8254 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5708 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3564 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2409 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar