Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
DPRD Bali Diminta Batalkan Studi Banding Reklamasi Teluk Benoa
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi mendesak DPRD Bali untuk membatalkan rencana untuk melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan pembanding terkait reklamasi Teluk Benoa. Apalagi studi kelayakan pembanding tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan reklamasi Teluk Benoa yang diusulkan ileh PT. Tirta Wahana Bali Internasional (PT.TWBI).
Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya di Renon menuding rencana DPRD Bali untuk melakukan studi kelayakan tersebut bernuasa politik. Belum lagi pembiayaan dari studi kelayakan tersebut menggunakan dana APBD yang dapat menimbulkan pemborosan terhadap penggunaan keuangan negara.
“Dengan asalasan netralitas, DPRD Bali hendak melakukan penelitian reklamasi di kawasan Teluk Benoa. Tentu saja ide ini seperti menjilat ludah sendiri karena DPRD provinsi Bali sangat mengetahui berdasarkan perpres 45/2011 bahwa kawasan Teluk benoa adalah kawasan konservasi yang terlarang untuk direklamasi,” kata Wayan Gendo Suardana
Wayan Gendo Suardana menyampaikan jika DPRD Bali serius menegakkan hukum tata ruang maka DPRD bali seyogyanya tidak mendorong dilakukannya upaya-upaya pelaksanaan reklamasi di kawasan Teluk Benoa termasuk kegiatan-kegiatan yang bersifat kajian kegiatan reklamasi. DPRD bali seharusnya mendorong adanya kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan arahan zonasi kawasan konservasi. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 997 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun