Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ribuan Warga Bugbug Menggelar Ngaben Massal
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Ribuan warga Bugbug di Singaraja menggelar pengabenan massal yang melibatkan 643 peserta yang terdiri dari 157 ngaben, 338 nyekah, 38 ngelungah dan 110 ngerapuh.
"Ngaben massal ini mendapat respon positif dengan melibatkan warga Bugbug di Singaraja yang sebagian besar tidak mampu untuk melaksanakan pengabenan tersebut," ungkap Ketua Ikatan Warga Bugbug (IWB) Singaraja, Ir. Gde Wisnaya Wisna, Sabtu (31/8/2013).
Upacara Pitra Yadnya bagi umat Hindu atau yang lebih dikenal dengan Ngaben merupakan kewajiban yang harus dilakukan, sebagai sebuah persembahan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia, Ngaben juga sebagai upaya untuk membayar hutang yang wajib dibayar.
Ngaben selama ini selalu berkaitan dengan biaya yang besar dalam pelaksanaannya, hal itu berdampak tidak bisa dilaksanakannya upacara tersebut, sehingga keluarga yang meninggal dunia dikubur bertahun-tahun yang bertentangan dengan konsep dasar upacara ngaben itu sendiri.
"Sekarang ini saja ada sawa yang baru diaben setelah ditanam hampir 50 tahun lebih, sehingga kegiatan ngaben massal yang pertama kali digelar ini memberikan kesempatan kepada keluarga yang tidak mampu," papar Ida Bhawati Rai, koordinator upacara ngaben massal IWB Singaraja.
"Pengabenan massal yang dilakukan IWB Singaraja sebagai langkah yang strategis dalam mengimplementasikan sebuah kesederhanaan dan kebersamaann," papar Bhawati Rai singkat.
Ngaben massal yang pertama kali digelar di Singaraja ini bagi warga Bugbug dilatarbelakangi dengan kondisi masyarakat yang beragam dan sebagian besar hanya mengandalkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Kondisi inilah kemudian mengetuk Ikatan Warga Bugbug (IWB) Singaraja sepakat untuk melaksanakan Pengabenan Massal dengan melakukan penggalangan dana dari para warga Bugbug yang telah mampu dalam bidang ekonomi termasuk menghimpun para donatur.
Hasilnya, rancangan yang telah digulirkan hampir dua tahun itu akhirnya mampu direalisasikan dengan menggelar pengabenan massal yang melibatkan 643 peserta yang terdiri dari 157 ngaben, 338 nyekah, 38 ngelungah dan 110 ngerapuh, demikian juga pengabenan secara massal itu dilakukan pertama kali bagi warga Bugbug di perantauan. (tha)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2715 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun