Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Seluruh Pelabuhan Diharuskan Gunakan Sistem Konektivitas

Badung

Rabu, 13 November 2013, 23:02 WITA Follow
Beritabali.com

google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Kuta. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan semua pelabuhan di Indonesia ke depan pelayanannya harus menerapkan sistem manajemen terkonektivitas, sebagai upaya agar mampu memberi pelayanan efisien dan efektif.

"Upaya sistem manajemen konektivitas antar pelabuhan laut besar di Indonesia sudah dilakukan secara bertahap dan saat ini sedang melakukan uji coba pada pelabuhan
besar Tanjung Periok Jakarta," ujar Bambang, sesuai membuka acara "39 Th ASEAN Port Association (APA) Meeting" di Kuta, Rabu (13/11/2013).
     
Menurut Bambang, setelah Pelabuhan Tanjung Priok melakukan uji coba sistem manajemen konektivitas, nantinya akan dilanjutkan ke pelabuhan besar lainnya seperti Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Belawan (Medan) dan Pelabuhan Makassar.

"Uji coba sistem koneksitas tersebut akan terus berlanjut, sehingga dengan sistem ini nantinya mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan efisien," imbuhnya.
     
Dengan sistem yang telah terkonektivitas, Bambang mengaku kapal yang membawa barang atau petikemas dengan tujuan pelabuhan yang terkoneksi, maka bongkar muat akan lebih efektif dan cepat.

"Misalnya dari Pelabuhan Makassar dengan tujuan Tanjung Perak, maka pihak pelabuhan akan melakukan kontak dengan pelabuhan yang dituju sehingga pihak otoritas pelabuhan akan menyiapkan tempat barang (petikemas) yang akan dikirim tersebut," tegasnya.
     
Jika langkah terkonektivitas, sambung Bambang maka pelabuhan yang akan dituju sudah siap atau daftar barang yang diangkut sebelum tiba ditujuan sudah diketahui oleh petugas pelabuhan yang dituju. "Petugas pun sudah menyiapkan ruang untuk melakukan bongkar muat barang tersebut. Dan ini pun akan dapat mempercepat kapal yang sandar untuk meninggalkan pelabuhan dengan waktu singkat," jelasnya.
     
Selain melakukan sistem manajemen konektivitas, Bambang mengaku pelabuhan besar di Indonesia juga akan dilakukan pengerukan kolam disekitar dermaga pelabuhan.

"Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat maka alur pendalaman kolam di pelabuhan besar juga telah dilakukan secara bertahap, seperti di Semarang dan Tanjung Perak dari kedalaman minus sembilan menjadi minus 12 meter," pungkasnya. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami