Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
JALAK : Tulisan Itu Bukan Buatan Kami
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubenur Bali Made Mangku Pastika mengaku geram terkait adanya tulisan di spanduk bernada ancaman yang hendak memenggal kepalanya. Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (JALAK) Sidakarya membantah itu merupakan hasil 'karya' mereka. "kalau tanda tangan dan cap jempol darah memang benar. Tapi tulisan yang dipersoalkan itu yang tidak benar dibuat warga Sidakarya,"ujar Sekretaris Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (JALAK) Sidakarya, Made Suardana, dalam pesan singkat kepada beritabali.com, (28/2/2014).
Suardana menyatakan, pihaknya tidak mau terjebak pada polemik penggal kepala Mangku Pastika, dan menganggap hal ini sebagai bagian dari upaya pengalihan isu. "Kami tidak mau terjebak dalam polemik karena ini pengalihan isu. Ini karena warga kami tidak ada membuat tulisan seperti itu. Sehingga menurut kami ini sangat janggal dan ada sesuatu yang tidak beres. Kami akan menyelidiki lebih lanjut motif pelaporan pidana ini,"ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubenur Bali Made Mangku Pastika mengaku geram terkait adanya tulisan di spanduk bernada ancaman yang hendak memenggal kepalanya. Tulisan bernada ancaman ini pun segera menuai reaksi di Bali.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta misalnya, mengecam spanduk ancaman penggal kepala Gubernur Pastika ini. Mudarta menyatakan tindakan ini sudah keterlaluan, apalagi gubernur Bali merupakan simbol negara yang dipilih langsung oleh rakyat Bali.
"Ini sudah kelewatan, oknum yang buat ini (spanduk ancaman penggal kepala) lebih kejam dari teroris dan PKI. Teroris dan PKI saja dulu tidak pernah mengancam akan penggal camat, bupati, apalagi gubernur," ujar Mudarta, di Sanur (28/2/2014).
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun