Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Bali Belum Jelas Meninggal Karena MERS CoV
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementrian Kesehatan belum bisa memastikan warga Bali yang meninggal Rabu (07/05/2014) pagi karena terinfeksi MERS CoV. Namun pihaknya sudah mengambil sampel cairan tenggorokan almarhum. "Kami sudah ambil sampelnya, tapi untuk mengetahui pasien negatif MERS atau tidak kan butuh waktu kurang lebih 12 jam. Jadi mungkin nanti sore atau malam kita sudah tahu," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu (-07/05/2014).
Sedangkan untuk membuktikan apakah pasien yang sempat menjalani perawatan di RS Sanglah Denpasar itu positif meninggal karena MERS , lanjut Menkes, perlu waktu yang lebih lama, sekitar dua hari.
Dari sebelumnya 27 suspect virus korona, kini bertambah menjadi 31 orang, namun hasilnya negatif. Sedangkan pasien suspect yang meninggal di Medan belum sempat terambil sampel tenggorokan karena keluarga menolak.
Menkes minta masyarakat tidak perlu panik. "Tidak perlu panik ya. Dilakukan saja universal precautionnya yaitu menggunakan masker, sarung tangan dan cuci tangan," imbaunya.
Seperti diberitakan seorang warga Bali meninggal setelah pulang dari ibadah umrah. Diduga, pasien tersebut meninggal karena virus korona.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun