Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Ratusan Cerita Rakyat Bali Bisa Dibaca Lewat EBook
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seiring perkembangan jaman, Provinsi Bali kini meluncurkan cerita rakyat Nusantara yang dipublikasikan melalui Qbaca dalam bentuk eBook. Dari 1001 buku digital cerita rakyat Nusantara yang ada, Bali memberikan kontribusi terbanyak.
Cerita rakyat dalam 1001 buku digital cerita Nusantara itu disponsori oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Executive General Manager Divisi Solution Convegence PT Telkom, Achmad Sugiarto menyatakan pihaknya kini tengah berupaya mengumpulkan cerita rakyat Nusantara yang dipublikasikan melalui Qbaca dalam bentuk eBook.
"Saat ini sebanayak 300-an buku yang sudah dipublikasikan. Itu bisa diakses secara gratis. Bali penyumbang terbesar cerita rakyat Nusantara itu," ujar Sugiarto di Denpasar, Kamis 3 Juli 2014.
Pria yang akrab disapa Anto ini mengaku dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Bali, ternyata Bali menyimpan hampir 1.000 judul cerita rakyat. Ia melanjutkan, dalam eBook Qbaca ini terdapat cerita rakyat dari seluruh provinsi di Indonesia.
"Semua cerita lokal dari Bali. Sudah 130 -an buku yang dipublikasikan. Sementara 70 buku masih dalam proses aploud. Kami bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia. 34 provinsi di Indonesia ada cerita rakyatnya," jelasnya.
Ia berharap dengan digitalisasi cerita rakyat ini maka seluruh lapisan masyarakat mudah mengakses cerita rakyat dari berbagai provinsi. "Kita ingin orang mudah mengakses. Itu sebabnya arsip konvensional didigitalkan. Apalagi dari pantauan kami, cerita rakyat di perpustakaan hanya ada 1 buku, tidak ada soft copy-nya," imbuhnya.
Dalam hal ini, Telkom ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Anto mengaku miris dengan buku asli RA Kartini justru berada di Perpustakaan Belanda. Anto menegaskan jika bangsa yang kuat tentu saja bangsa yang tahu tentang sejarahnya.
"Cerita tentang 'Laga Ligo itu dikenalkan oleh bangsa, bukan di dalam negeri. Belum lama ini diperkenalkan oleh Australia. Ini yang membuat kita miris. Bangsa yang menang di dunia ini adalah kalau dia bisa menceritakan tentang bangsanya," ucapnya sedih.
Anto memaparkan tahun depan cerita rakyat ini akan dibawa ke Frankfrut, Jerman untuk dipamerkan dalam book fair terbesar di dunia.
"Tahun 2015 akan dipamerkan di book fair. Di luar negeri itu orang lebih banyak baca bukunya ketimbang bermain game. Di Indonesia kebalikannya. Ini yang tengah kami gugah," paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bali, Ni Luh Gede Haryani mengaku menyambut gembira apa yang tengah dilakukan Telkom. Ia berharap agar anak-anak rajin membaca, tahu perkembangan dunia, dan sehingga wawasan dan minat membaca warga meningkat.
"Ada 800 buku langka yang sudah kami kumpulkan. 607 akan segera dilounching cerita rakyat di Bali. Dan 153 sudah dilounching. Sisanya masih menunggu persetujuan dan negosiasi dengan pihak keluarga penerbit agar tak jadi masalah di kemudian hari," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun