Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Roh Gentayangan, Kuburan Massal Korban G30S PKI Dibongkar dan Diaben
Kamis, 29 Oktober 2015,
21:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah sering terjadi kejadian aneh dan sulit diterima akal sehat selama bertahun-tahun, akhirnya warga Masean, Desa Batuagung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar Ngaben Mamungkah (Menggali tulang belulang untuk dibakar) terhadap korban tragedi G30S/PKI tahun 1965 silam.
Dalam pembongkaran tulang belulang pada Kamis (29/10/2015) tersebut, diawali dengan upacara membangunkan dengan upacara tertentu selanjutnya dilakukan pembongkaran kuburan yang berada di tengah jalan aspal hotmik di Banjar Masean Tepatnya depan SDN 3 Batuagung.
Pembongkaran tersebut dimulai dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Setelah tulang belulang ditemukan, dikumpulkan lalu diupacarai dengan di geseng (bakar) di kuburan Desa Dangin Tukadaya dan selanjutnya dilarung (Anyud) di pantai Desa Yehkuning.
“Tujuan pengabenan ini adalah untuk menyucikan roh kesembilan korban, agar mendapat tempat yang layak. Selain itu juga bertujuan membersihkan leteh atau kekotoran secara niskala di wewidangan (wilayah) banjar setempat. Ini berkaitan dengan kepercayaan arwah para korban yang masih gentayangan,” katanya
Lebih Lanjut, Mantra mengatakan, menurut saksi yang masih hidup, dalam kuburan ini terdapat 11 jasat eks anggota PKI, yang terdiri dari sembilan warga lokal dan dua orang warga pendatang. Namun kini kuburan tersebut tinggal sembilan orang karena yang dua orang sudah dibongkar dan diaben pihak keluarganya pada tahun 1984 silam.
“Sehingga sekarang masih tersisa 9. Namun dua orang diantaranya tidak diketahui dimana asal dan keluarganya siapa. Tapi menurut saksi katanya korban bernama Pugig dan Wayan Dandra asalnya dari Lelateng dan Pandak,” katanya.
Menurut Ida Bagus Kerende (90) saksi hidup adanya kuburan korban G30SPKI tersebut, peristiwa itu terjadi sekitar 50 tahun silam setelah perintiwa G30S/PKI di Jawa. Adapun orang-orang yang dibunuh saat itu bernama Ida Bagus Kade Putra, Ida Bagus Komang Suja, Ida Bagus Putu Sedana, I Gusti Putu Wira, Gusti Putu Sandra, Gusti Kade Oka, Ketut Sundia yang semuanya ini adalah warga Banjar Masean. Sementara dua orang lagi dikatakan orang asal Desa Pandak dan Kelurahan Lelateng yakni, Pugig dan Wayan Dandra.[bbn/suaradewata]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7907 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026