Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 3 Mei 2026
Roh Gentayangan, Kuburan Massal Korban G30S PKI Dibongkar dan Diaben
Kamis, 29 Oktober 2015,
21:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah sering terjadi kejadian aneh dan sulit diterima akal sehat selama bertahun-tahun, akhirnya warga Masean, Desa Batuagung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar Ngaben Mamungkah (Menggali tulang belulang untuk dibakar) terhadap korban tragedi G30S/PKI tahun 1965 silam.
Dalam pembongkaran tulang belulang pada Kamis (29/10/2015) tersebut, diawali dengan upacara membangunkan dengan upacara tertentu selanjutnya dilakukan pembongkaran kuburan yang berada di tengah jalan aspal hotmik di Banjar Masean Tepatnya depan SDN 3 Batuagung.
Pembongkaran tersebut dimulai dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Setelah tulang belulang ditemukan, dikumpulkan lalu diupacarai dengan di geseng (bakar) di kuburan Desa Dangin Tukadaya dan selanjutnya dilarung (Anyud) di pantai Desa Yehkuning.
“Tujuan pengabenan ini adalah untuk menyucikan roh kesembilan korban, agar mendapat tempat yang layak. Selain itu juga bertujuan membersihkan leteh atau kekotoran secara niskala di wewidangan (wilayah) banjar setempat. Ini berkaitan dengan kepercayaan arwah para korban yang masih gentayangan,” katanya
Lebih Lanjut, Mantra mengatakan, menurut saksi yang masih hidup, dalam kuburan ini terdapat 11 jasat eks anggota PKI, yang terdiri dari sembilan warga lokal dan dua orang warga pendatang. Namun kini kuburan tersebut tinggal sembilan orang karena yang dua orang sudah dibongkar dan diaben pihak keluarganya pada tahun 1984 silam.
“Sehingga sekarang masih tersisa 9. Namun dua orang diantaranya tidak diketahui dimana asal dan keluarganya siapa. Tapi menurut saksi katanya korban bernama Pugig dan Wayan Dandra asalnya dari Lelateng dan Pandak,” katanya.
Menurut Ida Bagus Kerende (90) saksi hidup adanya kuburan korban G30SPKI tersebut, peristiwa itu terjadi sekitar 50 tahun silam setelah perintiwa G30S/PKI di Jawa. Adapun orang-orang yang dibunuh saat itu bernama Ida Bagus Kade Putra, Ida Bagus Komang Suja, Ida Bagus Putu Sedana, I Gusti Putu Wira, Gusti Putu Sandra, Gusti Kade Oka, Ketut Sundia yang semuanya ini adalah warga Banjar Masean. Sementara dua orang lagi dikatakan orang asal Desa Pandak dan Kelurahan Lelateng yakni, Pugig dan Wayan Dandra.[bbn/suaradewata]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 290 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 283 Kali
03
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026