Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tikus di Tabanan Tak Mempan Dibasmi dengan Racun

Selasa, 3 November 2015, 09:55 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. Upaya pembasmian hama tikus menggunakan racun yang dilakukan warga subak babakan, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan tidak efektif. Warga subak setempat yang dibantu anggota TNI dari Koramil Kota Tabanan dan anggota polsek kemudian melakukan pengeropyokan (pemburuan) hama tikus, Senin (2/11/2015).
 
I Wayan Yasa Giri, Pekaseh Subak Babakan mengatakan, dari 48 hektar luasan sawah di Subak Babahan sebagian besar diserang hama tikus. 
 
“Pengropyokan yang kami gelar saat itu untuk mencegah terjadinya serangan serupa saat musim tanam mendatang,” jelasnya.
 
Dikatakanya, sebelum menggelar pangropyokan, krama subak telah menempuh upaya niskala untuk usir tikus namun tak membuahkan hasil maksimal. Upaya niskala yang ditempuh antara lain ngrestiti ke Pura Puseh Desa Pakraman Wanasari, nunas pakuluh di Puri Tabanan, Pura Pakendungan, Pura Batukaru, Pura Batu Lumbung. 
 
“Kami juga sudah melakukan pembasmian menggunakan racun namun tidak masksimal, “ tandasnya. 
 
Pihaknya kemudian menempuh upaya pengropyokan yang melibatkan Koramil Tabanan.
 
Dikatakan, saat ini telah tememasuki musim tanam ketiga di tahun 2015. Sebelumnya, panen berjalan lancar dengan hasil 7 ton per hektare. Menjelang turun tanam, petani dibuat stres karena serangan tikus mulai mengganas. Upaya pasang racun tak membuahkan hasil bagus, meski bangkai tikus banyak dijumpai di areal pertanian.
 
 
Yasa Giri mengatakan, lima tahun lalu, areal pertanian Subak Babakan juga pernah diserang jero ketut, namun tak separah tahun ini. Akibat serangan itu, krama tani mengalami kerugian besar yakni hasil panen turun hingga 50 persen atau rata-rata menghasilkan 3,5 ton per hektare. Ia berharap, dengan mengawali pangropyokan sebelum bercocok tanam mampu mengurangi serangan tikus. 
 
“Semoga tanaman padi kami nantinya tak diserang hama tikus lagi. Hasil pangropyokan baru beberapa jam sudah berhasil mengeliminasi belasan tikus,” terang Yasa Giri.
 
Komandan Koramil 1619+01 Tabanan, Kapten Inf Yudha Wicaksono mengatakan, terjunkan personel untuk bantu petani basmi tikus. Sebelumnya, anggota Koramil 1619+01 Tabanan juga membantu krama subak Periyukti, Desa Wanasari untuk pangropyokan tikus . 
 
“Kami senang bisa bantu petani untuk menciptakan ketahanan pangan. Kami juga menggandeng pihak kepolisian untuk ikut serta membantu petani,” ungkap Kapten Yudha. 
 
Kegiatan pengropyokan tikus itu juga diikuti Perbekel  Desa Wanasari, Ida Bagus Komang Widiana. [bbn/nod] 
 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami