Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dosen Primakara Kembangkan Search Engine Bahasa Bali

Kamis, 26 November 2015, 19:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Bahasa daerah merupakan salah satu warisan bangsa yang harus tetap dilestarikan. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO, 11% bahasa yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Namun demikian, kecenderungan masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Asing membuat keberadaan bahasa daerah menjadi sangat memprihatinkan. 
 
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa 9 bahasa daerah di papua telah punah dan terdapat lebih dari 50 bahasa daerah terancam punah. Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa warisan kebudayaan Indonesia yang seharusnya dipertahankan keberadaannya.
 
Adalah I Putu Satwika, M.Kom dosen STMIK Primakara yang tergerak untuk ikut melestarikan bahasa Bali. Melalui penelitian tahap pertamanya yang berjudul "Perancangan dan Ujicoba Stemming Bahasa Bali Menggunakan Pendekatan N-Gram Analisis" telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Ristek dan Dikti di tahun 2015 ini.
 
Menurut Satwika, penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu algoritma stemming agar dapat memperoleh kata dasar dari suatu kata berimbuhan dalam Bahasa Bali.
 
 
"Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk dapat menerapkan metode-metode text-mining dan information retrieval sehingga Bahasa Bali dapat dipelajari kembali. Dengan penelitian ini diharapkan bahasa daerah khususnya bahasa Bali dapat dilestarikan," jelas Satwika yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK Primakara.
 
Lebih lanjut, Satwika menyampaikan bahwa hingga kini sebenarnya banyak sumber-sumber informasi, pengetahuan, cerita rakyat hingga ilmu-ilmu pengobatan yang berbahasa Bali dan tersebar dalam bentuk lontar, buku, blog atau website.
 
"Bagaimana kita bisa menemukan informasi-informasi berharga yang berbahasa Bali tersebut dengan cepat dan akurat? Untuk itulah perlu ada search engine atau mesin pencari untuk konten berbahasa Bali," ujar Satwika.
 
Menurut Satwika, pengolahan struktur kata atau kalimat dalam bahasa Bali untuk menemukan suatu informasi yang saling berkaitan belum ada yang meneliti khususnya dari sisi information retrieval.
 
Tahapan untuk mewujudkan itu dimulai dengan penelitian pertama berupa pembuatan stemming. Stemming adalah suatu algoritma untuk merubah kata imbuhan menjadi kata dasarnya sehingga mempermudah dan mempercepat pencarian informasi.
 
"Dalam penelitian ini kami sudah menganalisis 1.500 kata dalam bahasa Bali yang berimbuhan maupun kata dasar, selanjutnya data ini digunakan untuk implementasi search engine, " jelas Satwika yang juga alumnus Universitas Indonesia.
 
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bahasa daerah khususnya bahasa Bali dapat dilestarikan dengan bantuan teknologi informasi.[bbn/rls]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami