Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 19 September 2026
Dosen Primakara Kembangkan Search Engine Bahasa Bali
Kamis, 26 November 2015,
19:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Bahasa daerah merupakan salah satu warisan bangsa yang harus tetap dilestarikan. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO, 11% bahasa yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Namun demikian, kecenderungan masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Asing membuat keberadaan bahasa daerah menjadi sangat memprihatinkan.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa 9 bahasa daerah di papua telah punah dan terdapat lebih dari 50 bahasa daerah terancam punah. Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa warisan kebudayaan Indonesia yang seharusnya dipertahankan keberadaannya.
Adalah I Putu Satwika, M.Kom dosen STMIK Primakara yang tergerak untuk ikut melestarikan bahasa Bali. Melalui penelitian tahap pertamanya yang berjudul "Perancangan dan Ujicoba Stemming Bahasa Bali Menggunakan Pendekatan N-Gram Analisis" telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Ristek dan Dikti di tahun 2015 ini.
Menurut Satwika, penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu algoritma stemming agar dapat memperoleh kata dasar dari suatu kata berimbuhan dalam Bahasa Bali.
"Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk dapat menerapkan metode-metode text-mining dan information retrieval sehingga Bahasa Bali dapat dipelajari kembali. Dengan penelitian ini diharapkan bahasa daerah khususnya bahasa Bali dapat dilestarikan," jelas Satwika yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STMIK Primakara.
Lebih lanjut, Satwika menyampaikan bahwa hingga kini sebenarnya banyak sumber-sumber informasi, pengetahuan, cerita rakyat hingga ilmu-ilmu pengobatan yang berbahasa Bali dan tersebar dalam bentuk lontar, buku, blog atau website.
"Bagaimana kita bisa menemukan informasi-informasi berharga yang berbahasa Bali tersebut dengan cepat dan akurat? Untuk itulah perlu ada search engine atau mesin pencari untuk konten berbahasa Bali," ujar Satwika.
Menurut Satwika, pengolahan struktur kata atau kalimat dalam bahasa Bali untuk menemukan suatu informasi yang saling berkaitan belum ada yang meneliti khususnya dari sisi information retrieval.
Tahapan untuk mewujudkan itu dimulai dengan penelitian pertama berupa pembuatan stemming. Stemming adalah suatu algoritma untuk merubah kata imbuhan menjadi kata dasarnya sehingga mempermudah dan mempercepat pencarian informasi.
"Dalam penelitian ini kami sudah menganalisis 1.500 kata dalam bahasa Bali yang berimbuhan maupun kata dasar, selanjutnya data ini digunakan untuk implementasi search engine, " jelas Satwika yang juga alumnus Universitas Indonesia.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bahasa daerah khususnya bahasa Bali dapat dilestarikan dengan bantuan teknologi informasi.[bbn/rls]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6978 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026