Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 31 Juli 2026
Pengedar Narkoba di Buleleng Sasar Anak Sekolah Bawah Umur
Kamis, 31 Desember 2015,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Peredaran narkotika di Kabupaten Buleleng mulai menyasar anak dibawah umur yang masih sekolah. Indikasi tersebut terungkap dari pengungkapan kasus narkotika dengan tersangka Nyoman Juarsana alias Chen (60), warga Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.
"Tapi itu baru sebatas fakta pengakuan dari tersangka dan masih perlu alat bukti pendukung lainnya untuk dapat dibuktikan kebenarannya," ujar Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi Badjuri, Rabu (30/12/2015).
Dikatakan, fakta tersebut tertuang dari pengakuan tersangka pada saat diambil keterangannya dalam berita acara pemeriksaan. Yang dalam pengakuan Chen, narkotika jenis Sabu-sabu tersebut di jual kepada anak usia sekolah seharga Rp 10 ribu per sekali hisap.
Menurut Hariadi, pengakuan tersebut cukup mengejutkan disela upaya pihaknya memberantas peredaran narkotika. Dimana, lanjutnya, para pengedar narkotika sudah mulai beradaptasi untuk mensiasati peredaran narkotika dibalik harga yang kian mahal.
"Untuk membeli narkotika dengan berat 1 gram pasti mahal untuk uang satu setengah juta. Beli setengah gram pun masih tetap mahal. Akhirnya para pengedar mencari cara bagaimana orang bisa terperosok dalam narkoba. Sehingga jual paket hisap dengan harga sepuluh ribu," kata Hariadi, seperti dilansir suaradewata.com.
Jaman dahulu, lanjutnya, uang sepuluh ribu bisa dipakai untuk jajan sebulan. Sedangkan saat ini, anak-anak dengan mudah mendapatkan uang dari orang tuanya. Hal tersebut membuat para pelaku pengedar narkoba berganti siasat untuk menjualnya dengan harga yang terjangkau untuk anak-anak.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Narkotika Polres Buleleng, AKP Agus Dwi Wirawan, mengaku terus melakukan pendalaman terhadap pengakuan tersangka Chen. Dikonfirmasi terkait modus transaksi yang dilakukan antara anak-anak dengan tersangka Chen, Agus mengatakan hal tersebut dilakukan dengan menggunkan alat komunikasi telepon selululer.
Agus pun mengaku belum berani menyebutkan berapa orang anak sekolah yang sudah menjadi pelanggan paket hisap yang dijual tersangka. Pasalnya, fakta tersebut tidak dapat dibongkar kepada publik terkait akan mendapat pendalaman penyelidikan lebih lanjut.
"Kami masih lakukan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah," ungkap Agus.
Namun dengan fakta peredaran narkoba yang sudah mulai masuk ke pelosok desa, merupakan suatu hal yang cukup menjadi kekhawatiran. Apalagi jika ternyata memang terungkap dalam pembuktian nanti bahwa anak sekolah di kawasan pedesaan ternyata banyak yang menggunkan.
Berdasarkan perbandingan data yang ada untuk pengungkapan kasus narkoba di Buleleng, memang terjadi penurunan jumlah dibandingkan dengan angka pada tahun 2014. Dari 28 kasus yang ada serta tercatat sebelumnya, terjadi penurunan pada tahun 2015 yang hanya 24 kasus.
24 kasus yang terungkap pun telah ditetapkan sebanyak 33 tersangka yang 27 diantaranya diajukan untuk menjalani persidangan. Sedangkan sebanyak 6 orang tersangka menjalani rehabilitasi.[bbn/suaradewata]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026