Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pastika : 18 Karakter Negatif Dominasi Kehidupan Masyarakat
Minggu, 3 Januari 2016,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali menjadi provinsi pertama yang secara resmi mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Kebulatan tekad dalam mendukung dan mensukseskan gerakan yang terkait dengan perubahan perilaku tersebut tertuang dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry dan Sekda Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun selaku Koordinator Umum GNRM Provinsi Bali.
Selain itu, acara deklarasi GNRM yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (2/1/2015) juga diwarnai penghancuran dan pembakaran papan yang bertuliskan sejumlah karakter yang menjadi penghambat gerakan revolusi mental.
Sedikitnya ada 18 karakter yang harus dilawan dan dihancurkan dalam mendukung gerakan revolusi mental. Karakter tersebut antara lain selalu berpikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, masa bodoh, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, anti perubahan, menghindari tanggung jawab, tak memiliki komitmen, meremehkan mutu, feodal dan munafik.
Menurut Gubernur Pastika, karakter itulah yang sekarang ini mendominasi kehidupan sebagian besar masyarakat. Menurutnya, kondisi itu membuat perkembangan bangsa menjadi sangat lambat dan jauh ketinggalan dibandingkan bangsa lainnya. Pastika lalu mencontohkan perkembangan negara Singapura. Negara yang luasnya jauh lebih kecil dari Pulau Bali itu mengalami kemajuan yang sangat pesat.
“Kita punya luas wilayah tujuh kali lipat dari negara tersebut dan punya potensi alam yang jauh lebih besar. Tapi kenapa negara itu bisa jauh lebih maju,” ujarnya dengan nada tanya.
Menurut Pastika, kemajuan Singapura antara lain dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola potensi yang ada. “Sementara kita yang kaya akan potensi, malah jadi manja dan lembek,” tandasnya. Menurut Pastika, karakter yang cenderung merugikan itu harus diperangi dalam GNRM.
Pastika meminta, deklarasi GNRM yang ditandai dengan penghancuran dan pembakaran hambatan dan tantangan dimaknai dengan sungguh-sungguh serta tak terhenti pada kegiatan seremonial. Deklarasi ini, kata dia, bukan untuk gagah-gagahan. Dia berharap, deklarasi yang diawali dari Bali dapat memberi vibrasi positif ke seluruh penjuru tanah air. “Ayo kita mulai gerakan revolusi mental dari diri sendiri,” ajaknya.
Dalam gerakan revolusi mental, ujar Pastika, tiap individu bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tepat waktu, dan berlomba-lomba untuk berbuat baik. Lebih dari itu, orang nomor satu di Bali ini juga berbagi tips dalam mewujudkan etos kerja yaitu melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja iklas dan kerja tuntas.
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026