Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pastika : 18 Karakter Negatif Dominasi Kehidupan Masyarakat
Minggu, 3 Januari 2016,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali menjadi provinsi pertama yang secara resmi mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Kebulatan tekad dalam mendukung dan mensukseskan gerakan yang terkait dengan perubahan perilaku tersebut tertuang dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry dan Sekda Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun selaku Koordinator Umum GNRM Provinsi Bali.
Selain itu, acara deklarasi GNRM yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (2/1/2015) juga diwarnai penghancuran dan pembakaran papan yang bertuliskan sejumlah karakter yang menjadi penghambat gerakan revolusi mental.
Sedikitnya ada 18 karakter yang harus dilawan dan dihancurkan dalam mendukung gerakan revolusi mental. Karakter tersebut antara lain selalu berpikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, masa bodoh, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, anti perubahan, menghindari tanggung jawab, tak memiliki komitmen, meremehkan mutu, feodal dan munafik.
Menurut Gubernur Pastika, karakter itulah yang sekarang ini mendominasi kehidupan sebagian besar masyarakat. Menurutnya, kondisi itu membuat perkembangan bangsa menjadi sangat lambat dan jauh ketinggalan dibandingkan bangsa lainnya. Pastika lalu mencontohkan perkembangan negara Singapura. Negara yang luasnya jauh lebih kecil dari Pulau Bali itu mengalami kemajuan yang sangat pesat.
“Kita punya luas wilayah tujuh kali lipat dari negara tersebut dan punya potensi alam yang jauh lebih besar. Tapi kenapa negara itu bisa jauh lebih maju,” ujarnya dengan nada tanya.
Menurut Pastika, kemajuan Singapura antara lain dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola potensi yang ada. “Sementara kita yang kaya akan potensi, malah jadi manja dan lembek,” tandasnya. Menurut Pastika, karakter yang cenderung merugikan itu harus diperangi dalam GNRM.
Pastika meminta, deklarasi GNRM yang ditandai dengan penghancuran dan pembakaran hambatan dan tantangan dimaknai dengan sungguh-sungguh serta tak terhenti pada kegiatan seremonial. Deklarasi ini, kata dia, bukan untuk gagah-gagahan. Dia berharap, deklarasi yang diawali dari Bali dapat memberi vibrasi positif ke seluruh penjuru tanah air. “Ayo kita mulai gerakan revolusi mental dari diri sendiri,” ajaknya.
Dalam gerakan revolusi mental, ujar Pastika, tiap individu bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tepat waktu, dan berlomba-lomba untuk berbuat baik. Lebih dari itu, orang nomor satu di Bali ini juga berbagi tips dalam mewujudkan etos kerja yaitu melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja iklas dan kerja tuntas.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026