Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Canggu Larang Operasional Taksi Uber, Grab, dan Gojek

Selasa, 19 Januari 2016, 02:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dws

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Saking geramnya terhadap sepak terjang Taksi Uber dan Grab Taksi, di wilayah Canggu, Badung, Bali, warga setempat akhirnya melarang taksi tanpa ijin tersebut beroperasi dan mengambil penumpang di wilayahnya. Hal ini mereka lakukan untuk proteksi dini dan otonomi Banjar, agar jasa transport di wilayah mereka bisa berjalan dan tidak direbut oleh jasa transport dari luar wilayahnya.
 
Ketua Canggu Batu Bolong Transport (CBBT) Wayan Tono, menyatakan menolak keras Taksi Uber, Grab Taksi, dan Gojek keluar masuk mencari penumpang di wilayah Canggu. Segala urusan transport di wilayah Canggu bisa ditangani oleh pemuda ataupun warga setempat.
 
"Sampai kapan pun kita tetap menolak Taksi Uber, Grab Taksi, dan Gojek beroperasi karena merugikan warga sekitar mencari nafkah di wilayah kita sendiri. Kita ingin generasi muda Canggu punya pekerjaan tetap, biar kedepannya memiliki inovasi dan pegangan hidup yang layak dan tidak hanya jadi penonton," ujar Tono, Senin (18/1/2016).
 
Tono mengaku terbentuknya peguyuban Canggu Batu Bolong Transport atau disingkat CBBT dengan anggota ratusan warga Canggu itu berkat pengukuhan secara adat di Banjar Canggu. Pengukuhan resmi oleh Banjar Canggu ini dilakukan agar warga Canggu tidak seperti wilayah Kuta, Legian, dan Seminyak yang diserbu jasa transport dari luar. Hal ini dilakukan agar generasi muda dan warga di Canggu tidak menjadi pengangguran dan memiliki pekerjaan dibidangnya baik itu jasa transportasi.
 
"Orang bule ngitung dollar di wilayah kita, sementara kita hanya jadi penonton, apa tidak sedih kita. Langkah ini demi generasi muda, Canggu kedepan. Kita mau generasi muda dan warga di Canggu tidak menjadi pengangguran dan memiliki pekerjaan di bidangnya," ungkapnya.
 
Tono mengaku, CBBT sebenarnya terbentuk sejak dahulu yakni puluhan tahun tapi belum terorganisir, dan baru resmi terorganisir sejak 9 September 2014 dikukuhkan oleh Banjar Canggu. Pelarangan Taksi Uber, Grab, dan Gojek ini dilakukan dengan memasang plang larangan yang dipasang dengan ukuran besar di sejumlah titik jalan di wilayah Canggu. Ia mengakui larangan keras itu mereka berlakukan sebagai langkah proteksi dini dan bentuk otonomi Banjar Canggu.
 
"Langkah tegas tolak Taksi Uber, Grab, dan Gojek diback up sama banjar dan Desa Adat Canggu. Kita juga memiliki 2 pos pemantau yakni disimpang Ecobeach dan Batu Bolong. Kita berharap warga Canggu betul-betul bekerja profesional standar hotel dan transport," jelasnya.
 
Pelarangan Taksi Uber, Grab, dan Gojek, sambung Tono, juga sebagai bentuk proteksi dan pencegahan agar wilayahnya terbebas dari kemacetan. Selain itu, upaya ini ditempuh warga agar warga sekitar tidak hanya sebagai penonton namun sebagai pelaku dalam sektor pariwisata dan memiliki pekerjaan tetap baik sopir, satpam dan lainnya.
 
"Lagian banyak taksi atau transport bikin macet dan para sopir kadang berhenti maupun parkir semau perutnya aja. Kalau sudah macet dimana-mana maka kita sebagai orang lokalpun risih dan wisatawan pun tidak nyaman. Misalnya kalau ada warga kita sakit dan penyakit parah serta perlu penanganan segera, sementara macet dan tidak cepet penanganannya maka khan berbahaya," ucapnya.
 
Tono memaparkan jika di wilayah Canggu khususnya Canggu Batu Bolong memiliki mekanisme beroperasi dan keluar masuknya jasa transportasi. Ia mengaku,
 
pihaknya bersama warga sekitar tidak akan segan-segan menegur, memperingati, bahkan mengambil tindakan tegas jika pihak Taksi Uber, Grab, dan Gojek melanggar larangan yang telah warga adat sepakati agar tidak memasuki dan beroperasi bisnis menaikkan penumpang di wilayah mereka.
 
"Yang melanggar awalnya kita catat plat nomernya dan tegur baik-baik, namun jika berkali ngotot maka kita akan ambil tindakan tegas.
 
Seperti beberapa waktu lalu kita sudah peringati dan pergoki berkali-kali dilarang keluar masuk mencari dan mengakut penumpang di wilayah kita, namun ia tetap ngotot masuk sehingga Handphone (HP) yang dipakai aplikasi mengambil para penumpang kita sita dan kasi teguran keras, eh dia tetap ngotot akhirnya mobilnya dihancurkan warga," tegasnya.
 
Langkah keras itu dilakukan, lantara Warga geram karena pelaku ngotot sehingga warga sekitar khususnya anak muda setempat mengambil tindakan keras. Pasalnya, awalnya para sopir Taksi Uber itu sudah dikasi saran baik-baik agar jangan beroperasi mencari penumpang diwilayah yang sudah disepakati warga pelarangan beroperasinya Taksi Uber dan Grab.
 
"Kita sebelumnya juga sudah wanti-wanti warga jangan arogan, namun warga yang kesal khan susah kita kendalikan. Itulah resiko kalau para sopir Taksi Uber ngotot dan melanggar larangan berkali-kali. Kejadiannya sekitar malam jam 21.00 hingga jam 22.00 malam, orangnya gundul tinggalnya di Hayam Wuruk Denpasar.
 
 
Kita lakukan otonomi Banjar dan Desa. Saya peringati di wilayah Canggu jangan harap ambil tamu sampai kapanpun. Sesuatu yang sedikit arogan tapi berguna bagi warga dan generasi Canggu kedepan," pungkasnya. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami